Kamis, 22 November 2012

Kunci Memahami Bahasa Arab Klasik (Fushha)


Bahasa Arab Klasik (Fushha (الفصحى)) adalah bahasa Arab dialek suku Quroisy. Bahasa Arab inilah yang digunakan sebagai bahasa Al-Qur'an dan dipakai dalam redaksi Hadits Nabi. Bahasa ini termasuk salah satu bahasa tertua di dunia karena bahasa ini tetap sama persis sejak lahirnya kira-kira pada abad 4 M hingga sekarang.

Memahami bahasa Arab Klasik sangat penting bagi umat Muslim karena bahasa ini merupakan satu-satunya gerbang untuk mendalami agama Islam secara utuh.

Bahasa Arab Klasik termasuk bahasa yang memiliki presisi (ketepatan) sintaktik (struktur) dan semantik (makna) yang sangat tinggi. Oleh karena itu sangat sulit untuk menerjemahkan bahasa Arab Klasik ke bahasa lain, karena jarang ada bahasa lain yang memiliki presisi seperti yang dipunyai oleh bahasa ini. Jika suatu kalimat Bahasa Arab Klasik dicoba untuk diterjemahkan ke bahasa lain, maka terjemahannya bisa saja tidak mampu mencakup makna yang sebenarnya atau paling parah jika terjemahan tersebut tidak tepat dengan makna sebenarnya.

Nah, padahal bahasa Arab Klasik merupakan bahasa yang dengannya ilmu agama Islam dilestarikan dan disampaikan. Bagaimana jika orang Islam sendiri tidak memahami bahasa ini? Bisa dibayangkan bagaimana ilmu agama Islam yang murni menjadi tidak murni lagi atau lenyap karena tidak dilestarikan dengan benar.

___________________________________________________________
TIPOLOGI BAHASA ARAB KLASIK
1. Bahasa Arab Klasik tergolong dalam kategori bahasa fusional.
Bahasa fusional adalah bahasa yang mengandalkan banyak imbuhan untuk menyampaikan makna, struktur, dan fungsi kata secara bersamaan. Contohnya lihat perbandingan bahasa Arab sebagai bahasa fusional dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa aglutinatif berikut ini:

Bahasa Arab        :     nadhribuhum (نَضْرِبُهُمْ)
Bahasa Indonesia :     kami menghajar mereka

Lihat pada kalimat bahasa Arab, hanya satu kata saja mampu menyampaikan informasi Agent (Pelaku), Patient (Penderita), Jenis Kelamin dan Jumlah Agent, Jenis Kelamin dan Jumlah Patient, Makna, Tense, serta Mood secara bersamaan. Sebaliknya lihat bahasa Indonesia membutuhkan 3 kata untuk mengungkapkan ekspresi yang sama. Perhatikan lagi perbandingan berikut:

Bahasa Arab         : nudhrobuhum (نُضْرَبُهُمْ)
Bahasa Indonesia :  kami dihajar mereka

Lihat. Sedikit perubahan harokat (bunyi vokal) saja bisa memutarbalikkan makna. Begitulah salah satu ciri bahasa fusional.

2. Bahasa Arab Klasik tergolong dalam kategori bahasa Topic-prominent.
Bahasa Topic-prominent adalah bahasa yang kalimatnya selalu dibagi dua bagian:
Topic dan Comment (dalam istilah bahasa Arab dinamakan Mubtada' wa Khobar). Contoh lain bahasa Topic-prominent adalah bahasa Indonesia, bahasa Melayu, berbagai bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Korea, dlsb.

Dalam bahasa Topic-prominent, tuturan yang lebih penting adalah Topic dan selalu lebih dahulu disebutkan, sedangkan informasi pelengkap Topic adalah adalah Comment, dan selalu ditambahkan belakangan setelah Topic.

___________________________________________________________
FITUR-FITUR TATA BAHASA ARAB
1. Kosa kata bahasa Arab dibagi ke dalam tiga kelompok:

  • Ism ((إسم)yaitu semua kata benda, kata sifat, penjumlah, dsb.), 
  • Fixl ((فعل)yaitu kata kerja), dan 
  • Harf ((حرف)yaitu kata bantu, kata depan, dsb.).

2. Fixl (kata kerja) bahasa Arab Klasik merupakan Triconsonantal root. Yaitu terdiri dari akar yang berupa tiga konsonan, beserta tambahan bunyi-bunyi lain yang memberikan informasi tambahan untuk akar tersebut. Misalnya kata: "kataba" (كَتَبَ (dia menulis)) terdiri dari konsonan K-T-B sebagai akar. Akar K-T-B bisa dimodifikasi Imbuhannya untuk membentuk makna lain tapi masih berkaitan dengan "kegiatan menulis". Misalnya "KaTaBtu" ((كتبتُ)saya menulis), "KiTaaB" ((كتابٌ)tulisan), "KaaTiB" ((كاتبٌ)penulis) "maKTuwB" ((مكتوبٌ)yang tertulis), "maKTaB" ((مكتبٌ)(meja)tempat menulis), "miKTaB" ((مِكتبٌ) alat menulis), dlsb.

3. Setiap Ism memiliki bentuk Tunggal, Ganda, & Jamak, serta termasuk dari salah satu jenis kelamin yaitu Maskulin atau Feminin. Bahkan kata-kata untuk benda mati pun digolongkan ke dalam salah satu jenis kelamin, jika bukan Maskulin ya Feminin.

4. Adanya Article untuk Ism. Ism yang ditambahi Article "al" menunjuk pada suatu hal tertentu, sedangkan Ism yang tidak ditambahi Article menunjuk pada suatu hal secara sembarang. Contoh:
dengan Article --> اَلْجَمَلُ (al-jamal(u)) = unta itu
tanpa Article --> جَمَلٌ (jamal(un)) = unta

5. Pada Ism dan Fixl ada Penanda Status (إعرب). Artinya suatu bentuk kata menunjukkan kata tersebut dalam status apa.

  • Ada tiga status Ism (Rofa', Nashob, & Jarr) dan 
  • tiga status Fixl (Rofa', Nashob, & Jazm).

6. Fixl Bahasa Arab dapat dibagi menjadi 2 kategori:

  1. Fixl Maadhiy (Telah selesai sempurna (Perfect)).
  2. Fixl Mudhori' (Belum selesai sempurna (Imperfect)). Dari Fixl Mudhori' dapat dimodifikasi untuk memberikan Mood berbeda, misalnya: Mood Subjungtif (mengandaikan), Imperatif (meminta atau melarang), & Jussif (menyarankan atau menyangkal).
___________________________________________________________
KUNCI TATA BAHASA ARAB KLASIK
Yang saya temukan ada 2 kunci tata bahasa Arab Klasik:

KUNCI 1:
Perhatikan Bentuk Kata. Kesalahan pada bunyi konsonan atau pada bunyi vokal dapat menyelewengkan fungsi kata atau makna kata. Selain itu, kata memiliki bentuk-bentuk khusus yang menyampaikan informasi yang bervariasi. Misalnya kata:
مُسْلِمٌ muslim = laki-laki Islam
مُسْلِمَةٌ muslimaH = perempuan Islam
مُسْلِمَانِ muslimaan = dua orang Islam
مُسْلِمُوْنَ muslimuwn = orang-orang Islam
مُسْلِمِيْنَ muslimiyn = orang-orang Islam (sama seperti kata muslimuwn tetapi berbeda fungsi)
مُسْلِمَاتٌ muslimaaT = perempuan-perempuan Islam 

KUNCI 2:
Penanda Status suatu kata menentukan apa fungsi kata tersebut dalam kalimat.
Sekarang saya tanya: "Apa persamaan dan perbedaan Muhammad(un), Muhammad(an), dengan Muhammad(in)?"
Jawabnya: ketiganya sama makna tetapi berbeda fungsinya dalam kalimat.

___________________________________________________________
SEKARANG, JIKA ANDA INGIN BELAJAR BAHASA ARAB KLASIK
Anda perlu melewati kedua tahap ini:
1. Pelajari bentuk-bentuk serta modifikasi masing-masing Ism dan Fixl (adapun Harf tidak berubah bentuk oleh karena itu bisa di-skip ke tahap kedua). Anda dapat googling pelajaran bentuk-bentuk kata ini dengan kata kunci "shorof bahasa Arab"
2. Kemudian, pelajari struktur penyusunan kalimat bahasa Arab dengan memperhatikan Penanda Status. Untuk tahap ini saya dapat membantu Anda dengan masuk ke post saya: Visualisasi Struktur Bahasa Arab Klasik. Namun sebelum itu, Anda harus memantapkan pengetahuan Anda tentang bentuk-bentuk kata bahasa Arab dengan melewati tahap pertama terlebih dahulu. ;-)

Coming soon: Visualisasi Struktur Bahasa Arab Klasik.

2 komentar:

  1. penjelasannya simple. nice share.

    btw untuk kata kerja itu bukan fixl tapi fi'il #cwiiw

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya merender xain dengan x, untuk memudahkan pemahaman ketika belajar wazan. Karena tanda apostrof ' yang sering dipakai dalam transliterasi arab-indonesia dapat merancukan apakah yang diwakili oleh apostrof itu xain atau hamzah

      Hapus

What do you think?? Share it here :)