Tampilkan postingan dengan label macem-macem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label macem-macem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

Nilai Diri

Nilai diri kita bukanlah dari apa yang kita miliki.
Akan tetapi nilai diri kita adalah dari perbuatan kita, kontribusi kita terhadap dunia.

Jangan gantungkan nilai diri dari harta benda yang dimiliki. Karena harta benda bisa datang dan pergi.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari jabatan yang dimiliki. Karena jabatan bisa diberikan dan dicabut.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari gelar dan atribut. Karena gelar dan atribut dapat menjadi kehinaan jika tiada bermanfaat.

Berkontribusi lah. Karena kontribusi tiada akan terhapus walau dilupakan. Dengan kontribusi, manusia benar-benar menjadi manusia. Itu lah nilai diri kita yang sejati. :)


Selengkapnya...

Minggu, 11 November 2012

Tips Note-taking (Mencatat) secara Cerdas

Apa itu note-taking?
Note-taking adalah mencatat suatu informasi yang perlu dicatat, entah pada saat pelajaran di kelas, kuliah, seminar, dan sebagainya. Sounds familiar? Tahu kan? Saya rasa Anda pernah melakukannya, ah pasti itu, note-taking itu sudah menjadi bagian dari hidup kita sebagai manusia beradab.

Note-taking memang sangat penting untuk "mengikat" informasi agar ia tidak "hilang"..hehehe. Kedengarannya gampang ya? Anda tinggal menuliskan semua yang dikatakan/dibacakan oleh pemberi materi (guru, dosen, ustadz, presenter, atau sejenis itu) ke dalam buku catatan Anda?

Silahkan saja, tapi saya tidak menyarankannya.
Menurut saya, cara note-taking seperti itu mempunyai satu kelemahan besar:
Tangan kita dalam menulis tidak secepat mulut pemberi materi dalam menyampaikan materinya...hehehe... Selain itu, sering kali ketika kita sibuk mencatat, kita malah sangat sangat mungkin melewatkan informasi yang justru berharga. Kurang cerdas lah.

Jadi, bagaimana cara melakukan note-taking secara cerdas?

CIRI-CIRI NOTE-TAKING YANG BAIK

  • Proses Note-taking dilakukan dengan perhatian & pemahaman penuh terhadap informasi yang dicatat.
  • Catatan hasil Note-taking berfungsi sebagai Pemicu Memori sehingga informasi bisa di-recall (diingat kembali) dengan mudah tanpa perlu susah payah.
CARANYA:
Agar proses note-taking menghasilkan catatan yang baik, lakukan ini:
  • Ingat bahwa catatan Anda digunakan hanya sebagai Pemicu Ingatan Anda. Artinya, apa yang Anda catat hanya berfungsi untuk memicu ingatan Anda tentang informasi yang telah Anda pelajari. Misalnya Anda melihat catatan Anda yang Anda tulis 1 bulan lalu, hanya dengan melihat sepintas satu kata, Anda langsung teringat pada keseluruhan informasi yang terkait dengan kata tersebut yang diajarkan pada Anda 1 bulan yang lalu.
  • Pilah-pilih informasi yang perlu Anda catat. Catat informasi yang baru bagi Anda. Catat informasi yang paling penting. Dan tidak perlu mencatat informasi yang sudah Anda ketahui dengan baik dan informasi yang tidak penting.
  • Perhatikan informasi yang diajarkan secara penuh, lalu fokus pada pencatatan secara penuh. Artinya, Anda harus memperhatikan lalu mencatat secara penuh secara berselang-seling. Ingat, Anda harus berganti-ganti fokus pada memperhatikan dan mencatat. JANGAN memperhatikan sambil mencatat!
Perhatikan dan catat secara berselang-seling. Jangan memperhatikan sambil mencatat.
  • Gunakan keseluruhan otak Anda dalam mencerna informasi. Misalnya ada informasi yang baru dan penting, ekspresikan opini Anda atau bandingkan dengan sesuatu yang Anda ketahui. Untuk memudahkan Anda melakukan ini, Anda dapat mencoba memformat buku catatan Anda seperti ini:


Lihat contoh catatan di atas. Kertas catatan dibagi dua dengan sebuah garis. Pada kolom sebelah kiri Anda bisa menuliskan informasi-informasi penting yang Anda terima. Pada kolom sebelah kanan, Anda dapat menuliskan hal-hal yang terkait inner state Anda pada saat memperhatikan informasi. Ekspresikan opini Anda, buat kalimat bertanya pada sesuatu yang belum Anda fahami, buat gambar-gambar yang relevan dengan informasi yang Anda terima, atau tuliskan ide baru yang tiba-tiba terlintas dipikiran Anda pada saat itu juga. Semua itu akan mengaktifkan otak Anda secara keseluruhan sehingga Anda bisa mencerna informasi dengan lebih baik.


Semoga bermanfaat. ;)

Selengkapnya...

Jumat, 02 November 2012

Seni Penyampaian Pesan yang Berkesan

Setiap orang pasti ingin kata-katanya didengar atau diperhatikan. Setiap orang juga berharap pesan yang tersampaikan akan berkesan pada orang yang disampaikan, dan membawa perubahan yang diinginkan. Termasuk Anda, bukan? :)

Tapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan efektif, hanya beberapa orang saja yang saya tahu, entah karena bakat atau keistimewaan atau latihan sehingga menjadi penyampai pesan yang hebat. Sebut saja Nabi Muhammad. Ribuan kata-kata beliau dicatat dan membekas sampai sekarang. Jarang ada orang yang kata-katanya dicatat dan membekas mencapai jumlah ratusan. Bahkan coba Anda hitung berapa kata-kata tokoh-tokoh lain yang sering beredar. Apakah jumlah kata-kata mereka yang membekas mencapai ratusan? Jarang sekali. Namun kata-kata Nabi Muhammad melewati jumlah ratusan bahkan mencapai ribuan. Itu namanya pesan yang berkesan.


PENYAMPAIAN PESAN YANG BERKESAN
Penyampaian pesan yang berkesan setidaknya mempunyai tiga ciri:

  •  Pesan yang disampaikan dibuka secara baik

Bagi seseorang untuk menerima pesan secara baik, otaknya harus terbuka terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Anda harus memicu otak triune-nya untuk mencari informasi yang hendak Anda berikan. Yah bayangkanlah menawarkan ikan goreng untuk seekor kucing lucu yang Anda temui dijalan :) Ingat, karena Anda hendak "menawarkan ikan goreng" untuk otak triune-nya, Anda harus mengetahui apa saja yang membuat ketiga bagian otak triune "lapar": Reptillian Complex mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk bertahan hidup, Limbic System mencari sesuatu yang bisa membantunya meraih emosi positif (sebut saja kebahagiaan), Neocortex System mencari sesuatu yang terkait dengan idealisme (cita-cita). Jika dirangkum, bisa dikatakan otak triune "lapar" terhadap hal-hal yang dianggapnya bermanfaat (bagi dirinya). Anda harus menawarkan itu.

  • Konten pesan mudah dicerna dan disampaikan dengan cara yang berkesan

Di antaranya karena pemilihan kata-kata yang sederhana. Kata-kata rumit atau asing bagi pendengar atau pembaca kadang-kadang boleh juga digunakan namun harus terlebih dahulu dijelaskan dengan baik dan akurat. Selain itu, intonasi yang mengalun naik-turun, pengambilan jeda yang cukup, serta kata-kata yang diucapkan agak lambat juga merupakan cara penyampaian pesan yang berkesan.

  • Pesan yang disampaikan meyakinkan

Orang harus yakin bahwa penyampai pesan adalah orang yang kredibel (terpercaya), begitu juga dengan konten pesan sendiri harus dari sumber yang kredibel (terpercaya). Yah siapa pun tidak akan nyaman jika pesan yang disampaikan tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau orang yang menyampaikannya terlihat tidak bisa dipercaya, kan? Disini ada dua elemen penting yang harus kredibel: penyampai pesan dan sumber pesan itu sendiri.


Nah, setelah Anda mengetahui hal-hal tersebut, apa yang bisa Anda lakukan?
Anda yang paling tahu cara yang paling ber-seni bagi Anda :)
Selengkapnya...

Senin, 29 Oktober 2012

Cara Cerdas Mempelajari Cara Baca Huruf Kanji (Jepang)

Setelah Anda mantap menghafal berbagai bentuk-bentuk Kanji (lihat caranya pada post sebelumnya), selanjutnya adalah cara membacanya.

Biasanya, pelajar kebanyakan akan mempelajari bunyi Kanji satu per satu (learning by isolation), seperti belajar huruf Latin gitu. Huruf A dibaca A, huruf B dibaca B, dst. Sekilas cara seperti ini juga merupakan cara yang paling logis dalam mempelajari Kanji, namun menurut saya cara seperti ini kurang cerdas dan kurang praktis. Saya tidak mengatakannya salah, hanya kurang cerdas dan kurang praktis.

Mengapa?



TULISAN BOLEH SAMA, TAPI BAHASA JAUH BERBEDA
Bahasa Jepang dengan bahasa Cina (Han) adalah dua bahasa yang jauh berbeda, baik secara konsep maupun secara tata bahasa. Kalo Anda penasaran bedanya seperti apa, Anda cari saja referensi lain, karena itu tidak akan dibahas disini.

Walaupun bahasanya jauh berbeda, toh orang Jepang mengadopsi huruf Hanzi (yang mereka sebut Kanji) karena pada jaman dahulu, dunia Asia Timur berkiblat pada Cina (Zhong Guo). Apa-apa berkiblat pada Cina, baik dalam ilmu sains, keagamaan, tatanan sosial, fesyen, hingga tulisan. Lagipula orang Jepang memang pada awalnya tidak memiliki sistem tulisan sendiri, jadi ya wajarlah mereka mencomot Hanzi untuk disesuaikan dengan bahasa mereka.



KANJI ISN'T LIKE HANZI
Kanji tidak seperti Hanzi. Walaupun benar Kanji adalah Hanzi, tetapi fungsi Kanji bagi orang Jepang berbeda dengan fungsi Hanzi bagi orang Cina.

Seperti yang telah Anda ketahui pada post sebelumnya, Kanji berasal dari Cina. Kanji adalah Hanzi, awalnya Kanji digunakan oleh orang Jepang baik sebagai pelambang makna maupun pelambang bunyi, sama seperti penggunaan Hanzi oleh orang Cina.

Namun pada saat orang Jepang mulai menyadari bahwa Kanji kurang fit (kurang cocok) untuk tata bahasa Jepang, mereka menemukan huruf untuk mereka sendiri yaitu: Kana (Hiragana dan Katakana). Huruf Kana berfungsi sebagai pelambang bunyi, dan lebih cocok untuk tata bahasa Jepang. Meski begitu, huruf Kanji tidak dibuang begitu saja. Huruf Kanji tetap digunakan dan diselaraskan dengan huruf Kana. Hanya fungsi huruf Kanji digeser hingga lebih cenderung sebagai pelambang makna saja.

"Inu-ha wanwan to naku"
Sumber gambar: japandave.com
Lihat betapa harmonisnya Kanji dan Kana dikombinasikan? Hehehe :p


ON dan KUN
Pelajar bahasa Jepang yang mempelajari Kanji by isolation pasti akan mengenal apa yang dinamakan On-yomi (cara baca Cina) dan Kun-yomi (cara baca Jepang). Satu huruf Kanji biasanya memiliki satu On-yomi dan satu Kun-yomi. Artinya, satu huruf Kanji memiliki minimal dua cara baca!

Misalnya nih, huruf:
tangan
Sebagai Hanzi, huruf tersebut berbunyi: Shǒu (tangan). Sebelum Kanji masuk ke Jepang, orang Jepang menyebut tangan dengan kata Te. Namun pada saat Kanji masuk ke Jepang, orang Jepang yang karena lidahnya berbeda dengan orang Cina, menyebut huruf tersebut sebagai Shuu dan juga menyebutnya Te. Shuu merupakan cara orang Jepang menirukan bunyi huruf ini dari orang Cina (On-yomi), sedangkan Te merupakan kata asli Jepang yang menunjukkan makna yang sama dengan yang ditunjukkan oleh huruf ini (Kun-yomi).

Yang lebih ngeri lagi adalah huruf Kanji yang memiliki lebih dari dua cara baca. Misalnya huruf ini:

Secara teoritis huruf ini memiliki On-yomi: Ga atau Ge. Sedangkan Kun-yomi-nya: Shita, Sa, atau Kuda. Wow, satu huruf dengan lima cara baca! Rumit? Kapan harus membacanya dengan ini atau dengan itu? Ya rumit, jika Anda terpaku dengan cara belajar Kanji by isolation.

Jadi, kita sudah bisa melihat masalah dalam pembelajaran biasa, Kanji by isolation :
 Sulit untuk menentukan kapan suatu Kanji dibaca bagaimana, ini karena Kanji cenderung berfungsi sebagai pelambang makna (Ideogram) saja, bukan pelambang bunyi.

PERLU DIKETAHUI JUGA
Kanji lebih sering berfungsi sebagai bagian penyusun kata. Jarang satu Kanji berdiri sendiri sebagai satu kata. Penulisan kata dalam bahasa Jepang ada tiga macam:
  1. Kata yang terdiri dari Kana secara keseluruhan. Biasanya Kata asli Jepang yang tidak memiliki padanan Kanji (ditulis dengan full Hiragana) atau kata serapan asing dari selain Cina atau ekspresi bunyi-bunyian (ditulis dengan full Katakana).
  2. Kata yang terdiri dari satu atau dua atau lebih dari dua Kanji (Kanji+Kanji(+)). Biasanya Kata Benda, Kata Keterangan, dan Kata Sifat (Hikatsuyougo).
  3. Kata yang terdiri dari Kanji dan Kana (Kanji+Hiragana). Yaitu Kata Kerja dan Kata Sifat (Katsuyougo).
Secara teoritis, sangat sering kata yang terdiri dari beberapa Kanji adalah serapan dari kata aslinya di Cina, maka cara pengucapan Kanji-nya semua On-yomi. Sedangkan Katsuyougo yang terdiri dari Kanji+Hiragana hampir selalu merupakan kata asli Jepang, sehingga Kanji-nya dibaca dengan Kun-yomi.

Mungkin jika saya gambarkan, Anda bisa lebih memahami :)

Kanji+Kanji biasa dibaca secara "On-On"
Kanji+Kana biasa dibaca secara "Kun-"
Kanji yang berdiri sendiri biasa dibaca secara "Kun" dan terkadang "On"

JADI, CARA CERDAS APA YANG BISA ANDA LAKUKAN UNTUK MEMPELAJARI CARA BACA KANJI?
Ide utama yang harus selalu Anda camkan ketika mempelajari cara baca Kanji: Usahakan agar mempelajari cara baca Kanji langsung dari kata yang disusun oleh Kanji.

  1. Carilah kamus terjemahan yang memuat tulisan Kanji dan Kana (bukan hanya tulisan Latin), sehingga Anda bisa belajar Kanji dari kata asli. Tapi sebaiknya jangan mencari kamus Kanji karena kamus Kanji khusus disusun untuk mempelajari Kanji by isolation.
  2. Pilih kata-kata esensial terlebih dahulu, terutama Katsuyougo. Anda bisa googling dengan kata kunci "Top List of Japanese Verb/Adjective". Anda juga bisa menemukan ide kata apa yang perlu dipelajari terlebih dahulu dari post saya disini.
  3. Susun minimal tiga kalimat yang mengandung kata yang hendak Anda pelajari.
  4. Luangkan waktu untuk belajar menulis kata yang mengandung Kanji beserta cara bacanya, 20 kata pada hari pertama, kemudian besoknya ulangi menulis 20 kata tersebut ditambah dengan 20 kata baru, dan seterusnya. Jika Anda tekun, Anda bisa melatih hingga mencapai 140 kata per minggu. 

Metode ini lebih cepat menghasilkan daripada mempelajari membaca Kanji by isolation. Karena dengan metode ini Anda mempelajari kata yang bisa langsung digunakan dalam kalimat bahasa Jepang Anda. Dibandingkan jika Anda mempelajari Kanji by isolation, Anda hanya mempelajari sebagian komponen kata dan itu pun belum tentu Anda tahu kapan harus membacanya bagaimana kan?

Ibaratnya, cara belajar membaca Kanji langsung dari kata seperti mendapatkan pancing yang utuh beserta umpannya lengkap yang langsung bisa digunakan untuk memancing ikan. Adapun belajar membaca Kanji by isolation seperti hanya mendapatkan tongkat pancingnya saja tanpa senar kail maupun umpan, Anda tidak bisa langsung menggunakannya. Ya kan? :)

Selamat belajar! 頑張って! (Ganbatte yo!) :D

Update 25 Maret 2013. Ketahui lebih dalam disini: Cara Benar Belajar Membaca Tulisan Kanji 
Selengkapnya...

Minggu, 28 Oktober 2012

Konsolidasi Memori Otak

Seperti yang telah saya post pada Tiga Bagian Otak Manusia, otak manusia terbagi tiga tingkatan/bagian. Adapun pada post Bagaimana Associative Mechanism Bekerja, saya menjelaskan bahwa mekanisme dasar otak untuk bekerja (terutama yang berkaitan dengan memori) adalah dengan asosiasi (menghubung-hubungkan).

Sekilas kedua post tadi terlihat bertentangan: yang satunya mengatakan bahwa otak dibagi-bagi adapun yang satunya lagi mengatakan bahwa otak bekerja dengan menghubung-hubungkan. Namun sebenarnya keduanya tidak bertentangan.

Pembagian otak triune hanyalah untuk menjelaskan struktur dan fungsi berbeda pada tiap bagian-bagian otak, adapun pada saat otak bekerja, baik pada saat otak menerima input maupun pada saat memerintahkan output, seluruh otak triune saling terlibat satu sama lain dengan koordinasi yang luar biasa harmonis.

Pada post kali ini saya akan memfokuskan pada saat otak menerima dan memproses hingga meng-konsolidasi input dari dunia luar.

Seperti yang kita ketahui, panca indera: mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit berfungsi menerima input dari dunia luar, untuk disampaikan dan diproses oleh otak. Mata menerima input cahaya dan gambar, telinga menerima input bunyi dan suara, hidung menerima input bau, lidah menerima input rasa, dan kulit menerima input sentuhan dan suhu. Semua panca indera memiliki saraf peka masing-masing yang berfungsi menyampaikan sinyal-sinyal listrik secara berantai ke otak. O ya, selain panca indera, otak juga secara terus menerus menerima sinyal-sinyal input dari organ dalam manusia sendiri. Input tersebut bisa berupa suhu, tingkat keasaman, kelembapan, status kimiawi, dsb.

Saraf menyampaikan bit-bit listrik ke otak



Disini, katakan lah satu sinyal listrik yang disampaikan dari panca indera ke otak disebut satu bit. Setiap satu detik, panca indera menyampaikan kira-kira 2 juta bit listrik ke otak. Namun RAS (Reticular Activating System) akan menyortir 40.000 bit saja yang melanjutkan untuk diproses oleh otak.

Dalam otak, bit listrik dari panca indera yang berbeda disalurkan ke neuron-neuron di area-area otak yang berbeda. Misalnya bit listrik dari mata akan diproses oleh neuron-neuron pada area otak depan sedangkan bit listrik dari telinga akan diproses oleh neuro-neuron pada area otak belakang. 

Bit-bit listrik ini akan memicu neuron-neuron untuk membentuk asosiasi baru (jika yang diterima adalah informasi baru) atau menguatkan asosiasi yang sudah terbentuk (jika yang diterima adalah informasi lama). Pola asosiasi yang terbentuk pada masing-masing bagian otak ini kemudian dikonsolidasi dan "diterjemahkan" oleh Hippocampus sehingga membentuk pemahaman manusia terhadap dunia.

Hippocampus terletak di bagian tengah otak, menerima impuls neuron dari berbagai area otak yang berbeda untuk dikonsolidasikan.


Penting juga untuk diketahui, Hippocampus "merekam" urutan konsolidasi dari semua memori yang diterimanya.

Misalnya ilustrasinya seperti ini: Anda baru saja terbangun dari tidur Anda, detik pertama Anda telentang melihat langit-langit kamar yang berwarna putih polos, juga cahaya matahari yang menerobos jendela kamar tidur Anda, sembari menyadari bahwa selimut Anda menutupi sebagian tubuh Anda, Anda juga bisa mendengarkan bunyi-bunyi dan suara khas pagi hari, atau bau-bauan, dan lain sebagainya. Pada detik itu juga panca indera Anda sedang mengirimkan input bit-bit listrik ke otak Anda. Katakan lah Anda dalam posisi tersebut sampai 15 detik berikutnya, maka Hippocampus meng-konsolidasi satu memori episodik dalam otak Anda.
Pada detik ke 16 Anda mulai bergerak duduk, maka mata Anda mulai melihat hal lain, mungkin lemari atau pintu kamar Anda, selimut Anda juga mulai terlepas sehingga kulit tangan Anda tidak lagi bersentuhan dengan selimut tersebut, dsb. Anda dalam posisi tersebut selama 15 detik berikutnya, maka Hippocampus meng-konsolidasi satu lagi memori episodik berbeda dalam otak Anda. Begitu seterusnya, dalam tiap detik yang Anda lalui, Hippocampus secara konstan "merekam" input yang Anda terima (dan juga output otak).

Pernahkah Anda mencoba mengingat suatu memori sambil berbuat sesuatu yang berhubungan dengan memori tersebut? Misalnya pada saat Anda ingin mengingat dimana Anda menaruh kunci motor Anda yang Anda gunakan semalam, Anda mereka ulang kegiatan yang Anda ingat Anda lakukan sebelum menaruh kunci motor Anda. Atau pernahkah Anda tiba-tiba teringat pada suatu tempat ketika hidung Anda mencium bau tertentu?

Ilustrasi-ilustrasi di atas merupakan bukti bahwa otak kita melakukan:
  • konsolidasi memori (menghubungkan memori yang diterima oleh panca indera sampai ke otak, secara solid)
  • merekam konsolidasi memori secara episodik (setiap konsolidasi yang terbentuk direkam secara berurutan kronologis)


Selengkapnya...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pria dan Wanita

Kedua makhluk ini berbeda.
Beda fisiologis maupun beda psikis.

Keterampilan mereka pun berbeda.
Namun hak mereka setara.

Keduanya setara.
Walaupun sang pria memimpin dan wanita dipimpin.

Tapi pemimpin-dipimpin hanyalah sebuah peran.
Pada hakikatnya keduanya tetap setara.

Setara dalam hak.
Setara dalam kewajiban,

Pria melindungi. Wanita dilindungi.
Pria dijaga. Wanita menjaga.

Bagaikan pedal gas dan pedal rem.
Bagaikan kemudi dan mesin.

Keduanya saling melengkapi.
Keduanya saling mengisi.

Jika salah satu dari keduanya tidak ada, siapa yang mau menjalankan kendaraan peradaban?
Jika salah satu dari keduanya tidak ada, bagaimana akan tercipta kasih sayang dan cinta di muka bumi?

Selengkapnya...

Selasa, 16 Oktober 2012

Butterfly Effect (Bagaimana Hal Kecil bisa menjadi Besar)

Sebuah teorem dalam chaos theory menyatakan bahwa: 
"satu kepakan sayap seekor kupu-kupu di Indonesia, dapat menyebabkan badai besar di Cina." 

Bermakna: bahkan sebuah hal sepele, dapat berkonsekuensi besar. 


Saya contohkan, bayangkan kita berada di suatu tempat lapang yang hanya berbataskan horizon. Kita sedang berada di tempat duduk di belakang kemudi setir mobil. Mobil kita tepat searah dan berada di atas sebuah garis lurus berwarna putih yang sangat panjang membentang hingga ke horizon. Jika kita berkendara dengan meluruskan setir, kita seharusnya akan tetap berada di atas garis putih tersebut. 

Namun coba gerakkan setirnya ke kiri, sedikit saja, 1 derajat saja, atau 0,5 derajat saja, atau bahkan 0,01 derajat saja, kemudian langsung luruskan setirnya lagi. Beberapa saat kita akan tetap berada di atas garis putih. Namun seiring waktu kita pasti menyadari bahwa kita semakin waktu semakin jauh ke kiri, jauh dari garis putih patokan tadi, bahkan sangat jauh sampai kita sulit melihat garis putih tadi walaupun sejak pemutaran kecil tadi kita tetap meluruskan setir. 


Jika seandainya setelah agak melenceng ke kiri dibiarkan saja tanpa ada balasan putar setir ke kanan, maka ia akan semakin jauh melenceng. Lurusnya setir setelah sedikit putaran setir ke kiri adalah lambang zona nyaman. Ia akan semakin melenceng jauh karena merasa nyaman untuk tidak memutar setir lagi. Seandainya ia tidak mendobrak zona nyamannya dengan cara memutar haluannya ke kanan mencari lagi garis putih yang lurus maka selamanya ia akan terkungkung dalam kemelencengannya.


Teorem Butterfly effect dapat menjelaskan, kenapa manusia sulit menghentikan kebiasaan yang telah dimulainya. Atau kenapa tradisi sangat sukar diubah sejak ia dimulai.

Sekalipun kebiasaan tersebut adalah kebiasaan yang "melenceng".
Selengkapnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Tiga Bagian Otak Manusia

Pembagian otak manusia dinamakan juga sebagai otak Triune. Istilah otak Triune diajukan pertama kali oleh Dr.Paul MacLean (tahun 1960an). Dalam teorinya ini Dr.Paul membagi otak manusia ke dalam tiga tingkat:

  1. Reptillian Complex;
  2. Limbic System; dan
  3. Neocortex System.



Reptillian Complex adalah otak primitif yang selain terdapat pada manusia juga terdapat pada hewan mamalia, reptil, amfibi, dan burung. Otak ini merupakan tempat bersemayamnya naluri bertahan hidup. Otak ini bersifat egosentris, hanya memikirkan dirinya sendiri. Otak ini selalu berorientasi bagaimana untuk bertahan hidup. Tidak heran otak ini mengatur 4 naluri dasar manusia:
  • Makan dan Minum
  • Reproduksi
  • Naluri Fight or Flight (bertarung atau melarikan diri).
  • Naluri Kepemilikan dan Teritorial

Limbic System adalah otak yang berkembang hanya pada manusia dan hewan mamalia. Otak ini merupakan tempat bersemayamnya emosi dan perilaku. Berbeda dengan Reptilian Complex yang egois, Limbic system berfungsi sosial. Limbic System mengatur bagaimana interaksi individu dengan spesies sejenisnya agar spesiesnya bisa bertahan hidup. Makanya Limbic System disebut-sebut merupakan sumber perilaku pengasuhan dan bahasa tubuh.

Neocortex system adalah otak yang berkembang hanya pada manusia. Otak ini memiliki kemampuan untuk abstraksi, bahasa lisan, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Bisa dibilang otak ini merupakan otak yang menjadikan manusia itu manusia seutuhnya.


Selengkapnya...

Selasa, 09 Oktober 2012

Aturan Kunci Bahasa Jepang

Konnichiwa, :)

Saya pernah menulis bahwa untuk mempelajari bahasa dalam waktu singkatCarilah apa aturan kunci dari bahasa yang ingin kita pelajari.

Namun tenang saja, dalam post ini, saya yang akan memberitahukan kepada Anda Aturan Kunci Bahasa Jepang yang telah saya temukan.

Aturan Kunci untuk tata bahasa Jepang ada tiga. Di antara ketiganya, kunci pertama merupakan landasan untuk kunci kedua dan ketiga. Adapun kunci kedua dan ketiga kudu menjadi fokus utama jika ingin menguasai bahasa Jepang dalam waktu singkat. Ini dia:

Kunci 1:
Satu unit klausa bahasa Jepang terdiri dari dua bagian: 非活用語 (Hikatsuyougo, yaitu Non-Konyugatif) dan 活用語 (Katsuyougo, yaitu Konyugatif). Hikatsuyougo adalah bagian untuk info, adapun Katsuyougo merupakan inti yang memberi makna utama bagi kalimat dan (hampir) selalu berada di belakang kalimat.

Kunci 2:
Kata-kata pada bagian Hikatsuyougo boleh tidak beraturan asalkan di Case Mark (penanda peran kata) dengan sesuai dengan menggunakan Partikel (助詞 joshi).

Kunci 3:
Kata pada bagian Katsuyougo selalu berada di belakang dan dikonyugasi sesuai kebutuhan.

maka, FOKUS PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG:


Selengkapnya...

Cara Brilian suku Cherokee dalam Negosiasi

Apa yang paling sering menjadi penyebab negosiasi berjalan buruk? Bahkan paling parah jika negosiasi menjadi adu jotos.

Banyak hal sih, katakanlah subjektivitas masing-masing pihak, ke-keras-kepala-an, temperamen yang buruk, terpaku pada pola pikir kalah-menang, kurang terdidik, masalah kepentingan, masalah harga diri, sikap tidak mau kalah, dan bla bla bla... Banyak faktor yang menyebabkan negosiasi berjalan buruk. Namun ada satu hal yang saya rasa yang paling sering menjadi penyebab buruknya proses negosiasi:

"Setiap pihak atau salah satu pihak merasa dipandang rendah oleh pihak lain."

Anda setuju?

Misalnya, pihak A dan pihak B bernegosiasi untuk suatu hal. Setelah beberapa saat  salah seorang dari pihak A mulai menunjukkan kemarahannya. Orang ini menganggap pihak B tidak menghargai pendapatnya (bahkan merasa dipandang rendah oleh pihak sebelah). Padahal belum tentu pihak B beneran tidak menghargai pendapatnya (ehm,, secara lisan). Namun mungkin ada sikap atau bahasa tubuh yang sangat halus yang telah membuat orang tersebut berpikiran negatif.

INGAT LAH, SALAH SATU KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA EKSIS.
Ini adalah kebutuhan naluriah yang terpatri dalam otak primitif manusia. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka reaksi dari otak ini adalah marah dan kesal atau menjauh dari sumber yang membuat kebutuhannya tidak terpenuhi. (Cara kerja otak primitif ini contohnya bisa dilihat jika seseorang tidak menyukai seseorang lain: dia akan marah atau sebaliknya pergi menjauh)

Pada saat seseorang merasa tidak dihargai, maka ini sama saja dengan mengancam eksistensi dirinya. Reaksi marah pun muncul kemudian situasi pun berubah menjadi keruh.

Perasaan tidak dihargai ini sangat subjektif. Penyebab timbulnya berbeda-beda setiap orang. Ada orang yang begitu pendapatnya dikritik sedikit langsung merasa tidak dihargai, ada orang yang jika perbuatannya dikritik merasa tidak dihargai, ada orang yang hanya karena pendengarnya menguap sedikit pada saat ia sedang berbicara langsung merasa tidak dihargai, ada yang hanya ketika pribadinya diserang baru merasa tidak dihargai, dsb.

SUKU CHEROKEE DAN TONGKAT BICARA
Suku Cherokee adalah salah satu suku Natif Amerika (sebutlah Indian). Mereka terkenal menggunakan Tongkat Bicara pada saat momen-momen seperti rapat suku, negosiasi, pada saat mengajar, pemimpin memberikan instruksi, dll.

Setiap orang memiliki Tongkat Bicara akan tetapi penggunaannya sungguh tidak sembarangan. Pada saat seseorang menggunakannya artinya dia WAJIB mengatakan kebenaran karena seluruh alam semesta menyaksikan kata-katanya, dan sebagai HAK-nya ia harus mendapatkan perhatian penuh dari pendengar-pendengarnya.

Ketika seseorang mengacungkan Tongkat Bicara-nya ke depan maka ia harus mengatakan kebenaran dan kata-katanya tidak boleh dipotong oleh orang lain.
Penggunaan Tongkat Bicara ini menjamin negosiasi berjalan lancar:

"Setiap orang yang berbicara merasa dimengerti dan setiap orang yang mendengarkan bisa memahami lebih jelas apa yang sesungguhnya diinginkan pihak yang berbicara. Dengan proses komunikasi yang lancar, sinergi lebih mudah dicapai."

Briliant isn't it? :)

Saya rasa setiap orang Indonesia butuh sebuah hal yang seperti Tongkat Bicara ini.
Setuju nggak?

Selengkapnya...

Senin, 08 Oktober 2012

Golden Lines untuk Mempelajari Bahasa dalam 1 Jam

Ada sebuah cara menarik dari Tim Ferris tentang bagaimana mempelajari sebuah bahasa hanya dalam 1 Jam. Maksudnya hanya mempelajari namun tidak harus menguasai. Om Tim sendiri menamakan cara ini sebagai Deconstructing Language.

Trik ini sangat berguna bagi para ahli & peneliti grammar tapi mungkin tidak memiliki nilai praktikal langsung bagi orang yang ingin menguasai berbahasa suatu bahasa. Jika Anda curious mengenai tata bahasa umum suatu bahasa, gunakan trik ini.

Cara ini yaitu dengan menggunakan beberapa Lines yang mengandung beberapa aspek paling esensial dari tata bahasa Inggris. Fungsinya adalah untuk meng-ekspos apakah dalam bahasa lain aspek tersebut hadir atau tidak.  Kemudian kita bisa menggunakannya sebagai Template (pola umum) untuk mendeskripsikan bahasa tersebut.

(saya tidak menerjemahkan Lines berikut ke dalam bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia tidak banyak memiliki aspek esensial yang terdapat dalam bahasa lain, maka saya membiarkannya dalam bahasa Inggris mengingat bahasa Inggris mempunyai banyak aspek-aspek ini)

Pairs of Golden Lines
1a. The apple is red.
1b. The apple is not red.
2a. It is John’s apple.

2b. It is not John's apple.
3a. It was his apple.
3b. It was not his apple.
4a. I give John the apple.

4b. I don't give John the apple.
5a. I gave John the apple.
5b. I did not give John the apple.
6a. We give him the apple.

6b. We don't give him the apple.
7a. He gives it to John.

7b. He does not give it to John.
8a. She gives it to him.

8b. She does not give it to him.

Two more Lines:
9.  I must give it to him.
10. I want to give it to her.



Mengapa kalimat-kalimat tersebut dipilih?

Sederhananya, kalimat-kalimat tersebut disusun sedemikian rupa untuk meng-ekspos beberapa aspek tata bahasa. Misalnya Noun Case (dengan membandingkan Line 1-4), Konyugasi Kata Kerja (Line 3-8), Tenses (Line 2&3 dan Line 4&5), Kata Kerja Pembantu (Line 9-10), Sistem Article (Line 1, 4, dan 6), Pembedaan Gender (Line 7-8), Pembedaan Jumlah (Line 5-6), serta Tata Sintaks kata untuk Kalimat Nominal (Line 1-3) dan Kalimat Verbal (Line 4-10).

Misalnya seseorang ingin mengetahui aspek-aspek tata bahasa Indonesia, maka terjemahkan kalimat-kalimat tersebut ke dalam bahasa Indonesia menjadi:

Apel itu merah
Apel itu tidak merah
Itu apel John
Itu bukan apel John
Itu dulu apelnya
Itu dulu bukan apelnya
Aku memberikan apel itu pada John
Aku tidak memberikan apel itu pada John
Aku dulu memberikan apel itu pada John
Aku dulu tidak memberikan apel itu pada John
Kami memberikannya apel
Kami tidak memberikannya apel
Dia memberikannya pada John
Dia tidak memberikannya pada John
Dia memberikannya padanya
Dia tidak memberikannya padanya
Aku harus memberikannya padanya
Aku ingin memberikannya padanya

Dari pasangan kalimat-kalimat tersebut Anda bisa menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia tidak mengenal konsep Cases, Tenses, dan Gender serta memiliki urutan SVO. Anda bisa menyimpulkan lebih banyak ciri-ciri lainnya jika mau.

Coba kita lakukan terhadap bahasa Jepang non-Formal:

Ringo wa akai da
Ringo wa akakunai da 
Are wa Jon no ringo da
Are wa Jon no ringo janai
Are wa Jon no ringo datta
Are wa Jon no ringo nakatta
(Watashi wa) Jon ni ringo wo ageru
(Watashi wa) Jon ni ringo wo agenai
(Watashi wa) Jon ni ringo wo ageta
(Watashi wa) Jon ni ringo wo agenakatta
(Ware-ware wa) ano hito ni ringo wo ageru
(Ware-ware wa) ano hito ni ringo wo agenai
(Kare wa) Jon ni ringo wo ataeru
(Kare wa) Jon ni ringo wo ataenai
(Kanojo wa) ano hito ni ringo wo ataeru
(Kanojo wa) ano hito ni ringo wo ataenai
(Watashi wa) ano hito ni kore wo agenakereba naranai
(Watashi wa) ano hito ni kore wo agetai

Dari pasangan kalimat di atas kita bisa menyimpulkan bahwa bahasa Jepang memiliki Noun Case, tidak mengenal Article, tidak membedakan jumlah, tidak (atau jarang) membedakan Gender, memiliki urutan SOV, tapi yang sangat menonjol yaitu pada Konyugasi Kata Kerjanya yang sangat kompleks. Terkadang sebuah kalimat bisa diubah maknanya hanya dengan mengubah konyugasi (dengan asumsi Subjek & Objek tidak berubah). Lihat tuh pada kalimat di atas, kata-kata terakhir lah yang paling banyak berubah.

Ada bayangan bagaimana menggunakan kalimat-kalimat tersebut untuk mempelajari suatu bahasa? Ingat trik ini digunakan hanya untuk mengetahui tata suatu bahasa secara umum.

Jika Anda tertarik dengan konsep asli dari Tim Ferris, kunjungi:

How to Learn (But Not Master) Any Language in 1 Hour (Plus: A Favor)

Semoga bermanfaat :)
Selengkapnya...

Minggu, 07 Oktober 2012

(Potensi) Setiap Manusia Itu Seperti (Potensi) Karakter Hero DotA

Siapa yang tidak kenal game DotA? Anda tahu kan? Tahu kan? Atau Anda tidak tahu? Kalo Anda tidak tahu, tanya deh mbah Google...hehehe

DotA (Defense of the Ancients) adalah salah satu game strategy RPG yang bisa Anda mainkan online maupun offline. Gameplay-nya solid dan addictive (bisa mengakibatkan kecanduan) terutama kalo dimainkan bersama teman-teman ;) Turnamennya diselenggarakan hingga tingkat internasional. Pokoknya gamenya bergengsi banget lah. ;)

Yang menjadi inti dari permainan DotA adalah para Hero-nya yang berjumlah 108 (dan mungkin akan bertambah lagi). Tidak ada Hero yang sama, bahkan yang mendekati sama pun sulit ditemukan saking uniknya tiap Hero.

Selain bentuk fisik yang berbeda-beda, atribut & skill juga membuat masing-masing Hero menjadi unik. Gaya memainkannya pun menjadi berbeda, bahkan Perlengkapan dan Item-item yang efektif untuk Hero-hero tersebut menjadi beda.

Secara garis besar, Hero-hero DotA dibedakan ke dalam 3 kategori berdasarkan atributnya yang paling menonjol:
  • Strenght (Kekuatan). Hero-hero kategori ini memiliki fisik yang kuat.
  • Agility (Kelincahan). Hero-hero kategori ini memiliki kecepatan dan ketangkasan namun biasanya lebih lemah fisiknya daripada Strenght.
  • Intelligence (Kecerdasan). Hero-hero kategori ini memiliki kecerdasan dan skill-skill yang sangat beragam untuk digunakan.

Uniknya 108 Hero DotA tidak ada yang lebih unggul daripada yang lain. Hero kategori Strenght belum tentu bisa menggilas hero dari kategori lain, begitu juga hero kategori Agilty atau Intelligence belum tentu bisa menggilas hero kategori lain.

Skill-skill yang dimiliki masing-masing Hero pun unik satu sama lain, sehingga membuat Hero memiliki kecenderungan memiliki peran-peran tertentu dalam tim. Misalnya sebagai Tanker, Carrier, Hitter, Nuker, Ganker, Supporter, dsb.

 Hanya ada satu hal yang bisa membuat Hero unggul atas yang Hero lainnya, pemain DotA di Indonesia mengistilahkannya “karakternya ‘jadi’ ”

Maksud “jadi” disini adalah:
 Potensinya berhasil digali dengan maksimal.

 Ketika seorang Hero telah ‘jadi’, maka ia bisa saja dengan mudah membantai Hero-hero musuh sehingga Hero-hero musuh tidak bisa berkembang dengan baik dan akhirnya jurang lebar antara Hero yang ‘jadi’ dengan Hero yang tidak ‘jadi’ menjadi semakin lebar, hingga kemenangan salah satu pihak tiba.
Stygwyr yang sudah 'jadi' ini mampu membantai 4 hero musuh sekaligus. (Ultra Kill)


SAMA SEPERTI DALAM KENYATAAN HIDUP KITA
Ada manusia yang berhasil menemukan potensinya lalu menggalinya dengan maksimal. Ada yang menemukan potensinya namun dia menyia-nyiakannya, dan ada pula yang tidak berhasil menemukan potensinya atau tidak bisa mengembangkannya secara maksimal kemudian hidupnya makin lama makin menyedihkan.

Jika manusia dikategorikan berdasarkan atribut kemampuan yang paling menonjol, kita bisa mendapatkan tiga kategori:
  • Kinaesthetic: yaitu manusia-manusia yang unggul secara kekuatan fisik, mereka berpotensi dalam peran-peran yang memerlukan fisik lebih.
  • Sociable: yaitu manusia-manusia yang unggul dalam pergaulan sosial, mereka berpotensi dalam peran-peran kepemimpinan dan kemanusiaan.
  • Intellectual: yaitu manusia-manusia yang unggul dalam bidang kecerdasan, mereka berpotensi dalam peran-peran teknis yang memerlukan kapasitas mental yang memadai.
Termasuk yang manakah Anda? J


GARIS BESAR MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN POTENSI ANDA SECARA MAKSIMAL
Apakah Anda sudah menemukan potensi Anda yang sebenarnya?

Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah hal yang paling Anda sukai dan minati untuk dilakukan dan pada saat melakukannya Anda bisa menikmatinya sepenuhnya. Lalu, bagaimana Anda menjadikan kesukaan dan minat Anda itu bisa bermanfaat bagi kehidupan Anda dan orang lain?

Setelah Anda menemukannya dan menjadikannya bisa bermanfaat bagi kehidupan, bagaimana Anda bisa mengembangkan potensi itu secara maksimal?

Mudah saja, fokuskan sebagian besar waktu Anda untuk itu dan tinggalkan apa-apa yang tidak relevan dengan pencapaian potensi Anda.
Anda bisa membaca tips mengatur waktu disini

Semoga bermanfaat J



Selengkapnya...

Memori dan Cara Kerja Otak


Kebanyakan orang membayangkan otak kita bekerja bagaikan sebuah komputer. Memori tersusun atas folder-folder yang tersusun rapi dan terstruktur. Folder-folder tersebut berisi file-file hasil pengalaman, pembelajaran, serta memori-memori.

Namun membayangkannya seperti itu keliru. Jika  otak bekerja seperti itu maka dibutuhkan otak yang sangat besar yang lebih daripada yang mampu ditampung oleh tengkorak kecil kita agar jangan sampai memori kita “kehabisan space”.

Kenyataannya, kita hanya memiliki otak dengan massa 1,5 kg namun mampu bekerja hingga akhir hayat tanpa “kehabisan space”. Bagaimana mungkin?


OTAK ADALAH JARINGAN SUPERKOMPLEKS
Kalau Anda ingin membayangkan seperti apa cara kerja otak kita maka perhatikan gambar berikut:
Ilustrasi jaringan internet. Sumber: en.wikipedia.org

Ah masa'? Seperti internet? Kalo seperti itu rumit dong mikirnya?

Hehehe... Sekilas kelihatan rumit sih. Namun tunggu sebentar.

Jika Anda sedang membaca artikel ini di blog ini berarti Anda sedang terhubung dengan jaringan internet tersebut, kan? Apa yang akan terjadi jika Anda mengetik www.google.co.id? Lalu Anda mengetikkan sebuah kata kunci, misalnya Anda mengetikkan: “cara kerja otak”? Pasti lah hasil search Anda akan merujuk Anda ke berbagai website yang mengulas tentang cara kerja otak bukan?

Lalu bagaimana kira-kira reaksi otak Anda terhadap kata “singa”?

Apa seekor singa bersurai muncul di pikiran Anda? Apa kemudian Anda membayangkan bunyi aumannya? Dan cakar-cakarnya yang besar? Kemudian Anda seakan mencium betapa baunya singa itu, atau perasaan jika Anda mengelus bulu-bulunya, atau bagaimana sensasi takut, tegang, grogi jika Anda bertemu dengan singa? Atau malah Anda mulai mengaitkannya dengan Afrika? Padang sabana? Kemudian zebra-zebra (atau apapun makhluk yang bisa dikejar & dilahap singa tersebut)? Atau Anda mulai teringat pada Richard si Hati Singa? Atau tiba-tiba Anda teringat pada kucing peliharaan Anda yang mirip singa? Dst. Dst.

Sebuah kata kunci membawa kepada banyak sekali memori lain yang berkaitan dengan kata kunci tersebut.

Kesimpulannya, begitulah otak bekerja:
Bagaikan sebuah jaringan superkompleks yang terdiri dari neuron-neuron yang saling ber-asosiasi (terhubung) satu sama lain.

Jika ada informasi baru yang ditambahkan maka informasi tersebut “diikatkan” dengan informasi yang sudah ada sebelumnya. Beginilah ilustrasinya:

Dan jika salah satu struktur neuron dipicu maka neuron lain akan terpicu dan membuat memori-memori lain bermunculan. Ya ilustrasi saya mengenai kata “singa” tadi adalah contoh bagus bagaimana satu picu menghasilkan memori lain.

Saya menamakannya Associative Mechanism, sebuah mekanisme yang didasarkan atas asosiasi-asosiasi.

Cukup sederhana bukan?

Semoga bermanfaat J
Selengkapnya...

Minggu, 30 September 2012

Menghilangkan Rasa Takut Belajar Mengendarai Mobil by Think Simply

Belajar mengemudi mobil sesungguhnya sangat simpel. Lalu kenapa banyak orang yang sulit belajar mengendarai mobil? Apa yang sering menghalangi kita dalam belajar dan melancarkan mengemudi mobil adalah RASA TAKUT.

Takut nabrak lah, takut nyambar orang lah, takut kecebur di got lah, dan takut-takut lainnya. Akhirnya karena rasa takut itu lah jadi tidak mau belajar, atau menunda-nunda belajar, dan akhirnya proses belajar menjadi terhambat.

Sesungguhnya rasa takut itu bermula karena kita biasa memikirkan mobil secara rumit. Kita memikirkan mobil sebagai sesuatu yang sophisticated. Pada saat kita melihat mobil maka pikiran kita secara otomatis menilai mobil itu sebagai sesuatu yang "wow" (bilang "wow" tanpa mesti koprol ya) :P

Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa takut itu?


Tahu nggak, huruf Hanzi di atas artinya: "mobil"/"gerobak" ?
Jadi bagi orang Cina: mobil = gerobak :)

Coba pikirkan, mobil sesungguhnya hanya lah sebentuk Gerobak Bermesin. Nah, itu artinya mobil tidak jauh beda dengan gerobak. Bedanya, dahulu gerobak dijalankan dengan tenaga orang, kuda, atau kerbau, sekarang gerobak itu dijalankan dengan mesin, entah mesin internal combustion atau mesin diesel. Juga dahulu gerobak dibuat dari bahan dasar kayu, sekarang bahan dasarnya metal. Itu aja kok bedanya :-p

Kalo kita menganggap mobil yang sedang kita kendarai sebagai "gerobak", niscaya rasa takut kita untuk belajar mengendarai mobil akan hilang dan kita pun bisa segera lancar mengendarai mobil, ya nggak sih? Coba dulu deh.. :D
Selengkapnya...