Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Reticular Activating System (RAS)


Reticular Activating System (RAS) adalah suatu bagian otak manusia yang berupa struktur longgar neuron yang menghubungkan jaringan saraf tulang belakang dan seluruh bagian otak.

RAS disebut-sebut mengontrol siklus tidur-terjaga, koordinasi respon terhadap stimuli dunia luar, serta fokus perhatian manusia. RAS juga berfungsi sebagai penyaring (filter) untuk otak. RAS menjaga agar otak tidak overloaded dengan informasi dari kelima panca indera dengan cara memilah-milah, meng-generalisasi, atau membuang "data-data" yang tidak sesuai dengan Kriteria RAS.

Secara garis besar fungsi RAS bagi otak ada dua: menyaring input & mengkoordinasi output

Untuk bisa menyaring stimuli dari dunia luar, ada yang dinamakan Kriteria RAS. Ada dua kategori pembentuk Kriteria RAS:

  1. Belief System. Termasuk keyakinan, nilai yang dianut, (objek) cinta dan (objek) benci, citra diri, cita-cita, dan keragu-raguan.
  2. Social-Animal Needs. Termasuk tanda-tanda vital tubuh, struktur sistem saraf, naluri bertahan hidup, naluri teritorial, naluri konfirmasi sosial, rasa takut dan waswas, dsb.

Pembentuk Kriteria RAS ini akan membentuk semacam kriteria penyaringan. Yang dengan kriteria penyaringan ini, RAS hanya akan meloloskan kira-kira 40 ribu bit listrik dari 2 juta bit listrik yang akan disampaikan ke otak dalam jangka waktu 1 detik. Informasi bit listrik yang tidak relevan dengan kriteria RAS akan "dibuang". Penyaringan ini lah yang menjaga otak manusia tetap waras, dan juga membatasi fokus perhatian manusia dari waktu ke waktu.
O ya, Kriteria RAS berubah-ubah dari waktu ke waktu, tergantung situasi yang bersangkutan.


CONTOH-CONTOH KERJA RAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  • Contoh 1: Anda bertemu dengan teman Anda di suatu tempat yang sangat ramai (wherever lah tempatnya terserah Anda). Orang-orang berdesak-desakan dan mengobrol satu sama lain, membuat area itu bising minta ampun. Anda memutuskan mengobrol suatu hal dengan teman Anda. Meskipun area itu sangat bising, Anda berdua tetap bisa saling mendengar dan berkomunikasi. Mengapa? Itu karena Kriteria RAS Anda di-set untuk menganggap komunikasi dengan teman Anda (untuk saat itu) lebih penting daripada yang lainnya. Oleh karena itu, input dari telinga Anda disaring oleh RAS dengan hanya meloloskan suara teman Anda dan membuang segala input kebisingan yang lain. Input dari mata Anda juga mungkin akan disaring oleh RAS sehingga hanya penglihatan Anda pada teman Anda yang diloloskan (jika RAS Anda di-set agar memberikan perhatian penuh pada teman Anda dengan seluruh panca indera sih).
  • Contoh 2: Masih pada setting yang sama dengan pada contoh 1. Anda dan teman Anda sibuk mengobrol, tapi kali ini Kriteria RAS Anda di-set untuk tidak perlu memperhatikan penampilan atau bau teman Anda, hanya suaranya saja. Maka Anda pun ngobrol dengan teman Anda namun penglihatan Anda kesana-kemari, kadang ke teman Anda, kadang ke orang-orang, kadang ke objek-objek lain di sekitar Anda. Di antara kerumunan orang Anda melihat seorang lawan jenis yang, ehm, langsung menarik perhatian mata Anda. Itu adalah tanda bahwa Kriteria RAS Anda sedang banyak dipengaruhi oleh Sexual Need, mungkin karena Anda sedang mencari jodoh?
  • Contoh 3: Anda sedang mencari sebuah kunci kecil di dalam tas Anda yang penuh dengan barang-barang. Kriteria RAS Anda di-set untuk fokus pada benda kecil tersebut. Maka RAS Anda akan meng-koordinasi tangan dan/atau mata Anda untuk mencari benda itu dan mengabaikan benda-benda yang lain.
  • Contoh 4: Pada suatu waktu, Anda melihat suatu iklan jamu anti masuk angin pada suatu billboard di pinggir jalan. Iklan tersebut mempunyai suatu slogan yang lucu dan mudah diingat. Anda membaca slogan itu sekilas, tertawa kecil sebentar, dan mungkin segera melupakannya. Esok harinya dan seterusnya Anda melewati iklan itu lagi. Anda membacanya dan segera mengenali iklan tersebut, namun Anda tidak tertawa lagi. Kriteria RAS Anda menganggap informasi tersebut kurang penting. Selain karena Anda tidak membutuhkan informasi tersebut pada saat itu, memori Anda juga telah pernah menyimpan informasi yang cukup tentang iklan tersebut setelah melewatinya beberapa kali. Maka RAS Anda menghentikan input tentang iklan tersebut untuk masuk dan segera membuangnya.
  • Contoh 5: Lanjutan dari contoh 4. Suatu waktu Anda kena masuk angin. Maka Anda teringat tentang iklan jamu masuk angin yang pernah Anda lihat tersebut. Dan mungkin Anda pun segera mencarinya (atau tidak. Yah, keputusan manusia sulit diprediksi, kan?). Kriteria RAS Anda telah berubah disebabkan ada tanda vital tubuh Anda yang terganggu.
Selengkapnya...

Jumat, 02 November 2012

Seni Penyampaian Pesan yang Berkesan

Setiap orang pasti ingin kata-katanya didengar atau diperhatikan. Setiap orang juga berharap pesan yang tersampaikan akan berkesan pada orang yang disampaikan, dan membawa perubahan yang diinginkan. Termasuk Anda, bukan? :)

Tapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan efektif, hanya beberapa orang saja yang saya tahu, entah karena bakat atau keistimewaan atau latihan sehingga menjadi penyampai pesan yang hebat. Sebut saja Nabi Muhammad. Ribuan kata-kata beliau dicatat dan membekas sampai sekarang. Jarang ada orang yang kata-katanya dicatat dan membekas mencapai jumlah ratusan. Bahkan coba Anda hitung berapa kata-kata tokoh-tokoh lain yang sering beredar. Apakah jumlah kata-kata mereka yang membekas mencapai ratusan? Jarang sekali. Namun kata-kata Nabi Muhammad melewati jumlah ratusan bahkan mencapai ribuan. Itu namanya pesan yang berkesan.


PENYAMPAIAN PESAN YANG BERKESAN
Penyampaian pesan yang berkesan setidaknya mempunyai tiga ciri:

  •  Pesan yang disampaikan dibuka secara baik

Bagi seseorang untuk menerima pesan secara baik, otaknya harus terbuka terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Anda harus memicu otak triune-nya untuk mencari informasi yang hendak Anda berikan. Yah bayangkanlah menawarkan ikan goreng untuk seekor kucing lucu yang Anda temui dijalan :) Ingat, karena Anda hendak "menawarkan ikan goreng" untuk otak triune-nya, Anda harus mengetahui apa saja yang membuat ketiga bagian otak triune "lapar": Reptillian Complex mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk bertahan hidup, Limbic System mencari sesuatu yang bisa membantunya meraih emosi positif (sebut saja kebahagiaan), Neocortex System mencari sesuatu yang terkait dengan idealisme (cita-cita). Jika dirangkum, bisa dikatakan otak triune "lapar" terhadap hal-hal yang dianggapnya bermanfaat (bagi dirinya). Anda harus menawarkan itu.

  • Konten pesan mudah dicerna dan disampaikan dengan cara yang berkesan

Di antaranya karena pemilihan kata-kata yang sederhana. Kata-kata rumit atau asing bagi pendengar atau pembaca kadang-kadang boleh juga digunakan namun harus terlebih dahulu dijelaskan dengan baik dan akurat. Selain itu, intonasi yang mengalun naik-turun, pengambilan jeda yang cukup, serta kata-kata yang diucapkan agak lambat juga merupakan cara penyampaian pesan yang berkesan.

  • Pesan yang disampaikan meyakinkan

Orang harus yakin bahwa penyampai pesan adalah orang yang kredibel (terpercaya), begitu juga dengan konten pesan sendiri harus dari sumber yang kredibel (terpercaya). Yah siapa pun tidak akan nyaman jika pesan yang disampaikan tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau orang yang menyampaikannya terlihat tidak bisa dipercaya, kan? Disini ada dua elemen penting yang harus kredibel: penyampai pesan dan sumber pesan itu sendiri.


Nah, setelah Anda mengetahui hal-hal tersebut, apa yang bisa Anda lakukan?
Anda yang paling tahu cara yang paling ber-seni bagi Anda :)
Selengkapnya...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Karakter Asli Seseorang

"Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man's character, give him power." begitu kata Abraham Lincoln.

Artinya kira-kira gini: "Hampir setiap orang mampu menghadapi kesulitan, adapun jika Anda ingin menguji karakter seseorang berikan dia kekuatan dan kekuasaan."

Maksudnya om Abraham adalah: menguji seseorang dengan kesulitan hidup saja tidak cukup untuk mengetahui karakter asli seseorang. Berikan juga ia kekuatan (berupa sumber daya) serta kekuasaan (kebebasan untuk bertindak).

Intinya adalah: Jika Anda ingin mengetahui karakter seseorang, ujilah ia dengan kesusahan maupun kelowongan.

Ujian kesusahan akan menunjukkan persistensi-nya (tingkat ketangguhan & keuletan). Ujian kelowongan akan menunjukkan akuntabilitas-nya (sifat tanggung gugatnya) terhadap kehidupan.
Selengkapnya...

Selasa, 09 Oktober 2012

Cara Brilian suku Cherokee dalam Negosiasi

Apa yang paling sering menjadi penyebab negosiasi berjalan buruk? Bahkan paling parah jika negosiasi menjadi adu jotos.

Banyak hal sih, katakanlah subjektivitas masing-masing pihak, ke-keras-kepala-an, temperamen yang buruk, terpaku pada pola pikir kalah-menang, kurang terdidik, masalah kepentingan, masalah harga diri, sikap tidak mau kalah, dan bla bla bla... Banyak faktor yang menyebabkan negosiasi berjalan buruk. Namun ada satu hal yang saya rasa yang paling sering menjadi penyebab buruknya proses negosiasi:

"Setiap pihak atau salah satu pihak merasa dipandang rendah oleh pihak lain."

Anda setuju?

Misalnya, pihak A dan pihak B bernegosiasi untuk suatu hal. Setelah beberapa saat  salah seorang dari pihak A mulai menunjukkan kemarahannya. Orang ini menganggap pihak B tidak menghargai pendapatnya (bahkan merasa dipandang rendah oleh pihak sebelah). Padahal belum tentu pihak B beneran tidak menghargai pendapatnya (ehm,, secara lisan). Namun mungkin ada sikap atau bahasa tubuh yang sangat halus yang telah membuat orang tersebut berpikiran negatif.

INGAT LAH, SALAH SATU KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA EKSIS.
Ini adalah kebutuhan naluriah yang terpatri dalam otak primitif manusia. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka reaksi dari otak ini adalah marah dan kesal atau menjauh dari sumber yang membuat kebutuhannya tidak terpenuhi. (Cara kerja otak primitif ini contohnya bisa dilihat jika seseorang tidak menyukai seseorang lain: dia akan marah atau sebaliknya pergi menjauh)

Pada saat seseorang merasa tidak dihargai, maka ini sama saja dengan mengancam eksistensi dirinya. Reaksi marah pun muncul kemudian situasi pun berubah menjadi keruh.

Perasaan tidak dihargai ini sangat subjektif. Penyebab timbulnya berbeda-beda setiap orang. Ada orang yang begitu pendapatnya dikritik sedikit langsung merasa tidak dihargai, ada orang yang jika perbuatannya dikritik merasa tidak dihargai, ada orang yang hanya karena pendengarnya menguap sedikit pada saat ia sedang berbicara langsung merasa tidak dihargai, ada yang hanya ketika pribadinya diserang baru merasa tidak dihargai, dsb.

SUKU CHEROKEE DAN TONGKAT BICARA
Suku Cherokee adalah salah satu suku Natif Amerika (sebutlah Indian). Mereka terkenal menggunakan Tongkat Bicara pada saat momen-momen seperti rapat suku, negosiasi, pada saat mengajar, pemimpin memberikan instruksi, dll.

Setiap orang memiliki Tongkat Bicara akan tetapi penggunaannya sungguh tidak sembarangan. Pada saat seseorang menggunakannya artinya dia WAJIB mengatakan kebenaran karena seluruh alam semesta menyaksikan kata-katanya, dan sebagai HAK-nya ia harus mendapatkan perhatian penuh dari pendengar-pendengarnya.

Ketika seseorang mengacungkan Tongkat Bicara-nya ke depan maka ia harus mengatakan kebenaran dan kata-katanya tidak boleh dipotong oleh orang lain.
Penggunaan Tongkat Bicara ini menjamin negosiasi berjalan lancar:

"Setiap orang yang berbicara merasa dimengerti dan setiap orang yang mendengarkan bisa memahami lebih jelas apa yang sesungguhnya diinginkan pihak yang berbicara. Dengan proses komunikasi yang lancar, sinergi lebih mudah dicapai."

Briliant isn't it? :)

Saya rasa setiap orang Indonesia butuh sebuah hal yang seperti Tongkat Bicara ini.
Setuju nggak?

Selengkapnya...

Senin, 01 Oktober 2012

Tips Simple Menjaga sebuah Hubungan

Banyak sekali cara untuk menjaga sebuah Hubungan*.
Kalo kita tanya orang-orang tua kita pasti beraneka nasehatnya.
Kalo kita tanya ke orang-orang pasti bervariasi pendapatnya.
Kalo kita tanya mbah Google pasti beragam sekali jawabannya.
Semua benar, semua bagus, semua (bisa) berhasil.
Tapi bukan Think Simply namanya kalo tidak merangkumnya dalam satu kesimpulan sederhana. ^_^
Setelah melakukan pengamatan dan mengalami sendiri berbagai pasang surut hubungan, ternyata
Ada satu hal paling mendasar, hanya satu tapi terbukti paling efektif, dalam menjaga sebuah hubungan.
Tanpa satu hal ini maka sebuah hubungan tidak akan bertahan lama, dan sebaliknya selama ada satu hal ini maka hubungan akan bertahan selama apa pun.
Satu hal tersebut yaitu:

"Saling mengingat Kebaikan satu sama lain dan saling melupakan keburukan satu sama lain."




* : kata "Hubungan" disini terserah lah Anda mau tafsirkan apa :)


Selengkapnya...