Tampilkan postingan dengan label kunci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kunci. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Belajar Bahasa dengan Proses Alamiah (Peran Keyword Bahasa)

Apa sih yang lebih sulit dipelajari daripada bahasa? Saya rasa tidak ada yang lebih sulit daripada mempelajari suatu bahasa.

Matematika? Biologi? Statistika? Fisika? Kimia? Lewaaat, semua ilmu alam dapat "ditaklukkan" dengan imajinasi dan kalkulasi. Ilmu sosial? Akuntansi? Ekonomi? Hukum? Ah, ilmu praktis seperti itu lebih familiar sehingga dapat dipelajari dengan mudah. Ilmu-ilmu tersebut dapat Anda pelajari dalam hitungan bulan kalau bukan hitungan minggu. Namun bahasa?

Mempelajari bahasa adalah hal yang sangat sulit. Kecuali pada segelintir orang yang entah karena bakat atau cacat yang membuat mereka dapat mempelajari bahasa dalam waktu super singkat (saya berasumsi Anda tidak merasa merupakan salah satu dari segelintir itu). Terbukti pada umumnya anak kecil, butuh kira-kira dua tahun silent period (masa diam) baginya sebelum ia mengucapkan kata pertamanya, dan butuh kira-kira lima tahun lagi baru ia bisa menguasai seluruh aspek bahasa ibunya. Nah bagaimana pula pelajar bahasa yang lebih dewasa? Banyak yang butuh bertahun-tahun untuk mempelajari bahasa baru. Itu pun banyak yang gagal mencapai kemahiran minimum.

Kali ini saya berbicara dalam konteks belajar bahasa baru (asing). Selama berabad-abad beragam metode pembelajaran bahasa diciptakan untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa. Dari pengajaran dengan bentuk penyampaian biasa, dengan bentuk drilling kasar, dengan pengulangan, dengan pemberian otonomi, sampai dengan petunjuk interaktif. Beberapa lebih ampuh daripada yang lain. Apa yang membuat sebuah metode lebih ampuh daripada yang lain? Setelah observasi atas beragam metode, saya menyimpulkan bahwa metode yang lebih memfasilitasi proses alamiah pembelajaran lebih ampuh daripada yang kurang memfasilitasinya.
Pendeknya, metode yang alamiah lah yang lebih ampuh.

Banyak pengajar dan pelajar yang belum menyadari ini atau tidak mau tahu akan hal ini. Kebanyakan kita belajar bahasa dengan menggunakan rumus-rumus. Seperti belajar ilmu sains. Pendekatan seperti itu memang bermanfaat untuk mempelajari ilmu sains, namun sangat tidak efisien dan sangat tidak efektif untuk mempelajari bahasa. Rumus tidak akan banyak membantu Anda dalam usaha Anda belajar bahasa, simply karena otak kita, manusia, tidak memproduksi bahasa berdasarkan rumus.

Saya jelaskan. Kita tahu bahwa otak kita itu seperti jaring. Baik isinya maupun cara kerjanya. Anggap lah satu paket memori tentang sesuatu disimpan dalam satu node yang terhubung dengan node-node lainnya. Seperti ini:


Ketika kita menghafal rumus, entah itu rumus matematika, fisika, maupun rumus struktur bahasa yang sering diajarkan di sekolah-sekolah itu, memori tentang rumus itu akan disimpan ke dalam satu node (hanya satu node).
Satu rumus masuk ke dalam satu node (warna oranye).
Kalau rumus tersebut kita perlukan, maka kita tinggal me-recall satu node tadi, kemudian tiba-tiba kita dapat menuliskannya kembali. Aha!

Namun bahasa punya proses yang berbeda. Anggap lah dalam satu node tersimpan satu kata atau satu frase. Ketika kita ingin mengucapkan sesuatu, node-node berisi memori tersebut akan saling dikaitkan dengan hubungan yang tepat, juga dikoordinasi agar mulut (yang hanya mampu mengucapkan kata secara berurutan) mampu mengucapkannya dengan tepat. Seperti ini:
Satu node berwarna oranye melambangkan satu kata atau satu frase.
Node berwarna hijau mengkoordinasi gerakan mulut.
Jadi jelas lah bahwa "rumus tata bahasa" tidak dapat banyak membantu akuisisi bahasa.

Nah, ini lah perbedaannya: rumus itu ibarat sebuah sendok yang disimpan di dalam suatu laci di bengkel, adapun bahasa ibarat suatu mesin yang spare partnya tersebar di segala penjuru ruang bengkel dan harus dirakit dengan cepat sebelum dikeluarkan. Sendok bukan lah spare part. Kita sering terjebak memikirkan bahwa rumus adalah kerangka dan dengan otomatis dapat merubah pola fisik otak kita, namun sesungguhnya rumus hanyalah satu titik memori yang dikeluarkan bukan untuk merakit "mesin", melainkan untuk memfungsikan sesuatu di luar otak kita (luar otak yang saya maksud beda dengan istilah "di luar kepala"). Adapun bahasa adalah suatu konsolidasi rangkaian memori yang diambil dan disusun di dalam otak kita sebelum dikeluarkan. Begitu peng-ibaratannya.


OTAK SADAR DAN OTAK BAWAH SADAR

Satu hal juga yang patut Anda ketahui: proses berbahasa tidak lah dilakukan semata-mata oleh otak sadar, melainkan melibatkan juga otak bawah sadar yang autopilot. Pada saat Anda berniat mengatakan sesuatu, maka bayangan tentang hal yang ingin Anda sampaikan mungkin Anda pilih dengan otak sadar Anda. Namun yang men-struktur pikiran tersebut sehingga dapat menjadi kata-kata yang Anda ucapkan atau tuliskan adalah otak bawah sadar Anda.

Karena itu lah, tidak salah orang-orang yang berkata bahwa bahasa adalah produk intelegensi (otak sadar) juga tidak salah orang-orang yang berkata bahwa bahasa adalah kemampuan fisik (membutuhkan koordinasi otak bawah sadar yang terlatih).

Kita dapat mengontrol isi dari bahasa yang kita tuturkan dengan otak sadar kita. Tapi cara kita menuturkan bahasa sangat tergantung pada seberapa terlatihnya otak bawah sadar kita.



KEYWORDS
Lalu bagaimana metode belajar bahasa yang alamiah? Bagaimana mungkin belajar bahasa tanpa rumus?

Memang Anda butuh rumus untuk mengetahui bagaimana suatu bahasa bekerja. Namun mengetahui saja tidak berarti Anda langsung meng-akuisisinya (Anda meng-akuisisi bahasa artinya Anda dapat memahami dan menggunakannya dengan cukup lancar). Anda tidak perlu menghafal banyak rumus. Yang Anda perlu ketahui hanya satu rumus saja yaitu rumus pengurutan lazim argumen bahasa misalnya SPOK, PSOK, SKOP, dll. Rumus ini berguna untuk mendeskripsikan peng-urutan suatu bahasa secara umum. Rumus pengurutan ini perlu Anda ketahui untuk meng-antisipasi perbedaan pengurutan kalimat pada bahasa yang sedang Anda pelajari dengan bahasa lokal Anda. Adapun rumus selain itu misalnya rumus-rumus Tense yang diagung-agungkan banyak pengajar dan pelajar hanya akan membuat otak Anda macet.

Cara yang paling alamiah dalam mempelajari bahasa adalah dengan melatih membangun frase berdasarkan keywords. Keywords satu bahasa adalah kata-kata yang bersifat fungsional (misalnya kata hubung, kata depan, kata tunjuk, kata ganti, dsb.) yang memiliki frekuensi penggunaan yang sangat tinggi. Membangun frase berdasarkan keyword artinya pelajar menyusun beragam ekspresi bahasa yang memiliki fungsi-fungsi tertentu yang diberikan oleh keyword.

Keunggulan cara ini yaitu:
Pertama, pelajar tidak akan membebani otak sadar dengan rumus-rumus yang kurang signifikan dan cenderung malah membuat macet otak dalam memproduksi bahasa.
Kedua, latihan membentuk frase jauh lebih mudah dan jauh lebih realistis hasilnya daripada langsung berusaha membentuk kalimat berdasarkan rumus.
Ketiga, otak bawah sadar sangat mudah mengenali pola bagaimana satu hal (dalam hal ini keyword) terasosiasi dengan hal lainnya (yaitu kosa kata yang bukan keyword), karena itu cara ini sangat mudah melatih otak bawah sadar pelajar dalam menyusun bahasa.

Pelatihan membangun frase berdasarkan keywords harus dilakukan satu per satu keyword. Setiap satu keyword harus sudah dapat dimengerti dengan baik oleh pelajar baru lah pelajar bisa melanjutkan ke keyword berikutnya.


MENERAPKAN EFEK SPASI PADA PELATIHAN KEYWORDS
Melatih keyword satu per satu berpotensi membosankan pelajar juga sangat berpotensi membuat banyak keyword awal dan pertengahan terlupakan oleh pelajar. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menerapkan teknik Pengulangan ber-Spasi, yaitu dengan mengatur jadwal pembelajaran sehingga satu keyword dipelajari lagi dalam satu hari berikutnya, seminggu berikutnya, sebulan berikutnya, satu semester berikutnya, dst.

Contoh penjadwalan Pengulangan ber-Spasi

Teknik Pengulangan ber-Spasi menjamin pembelajaran sebelumnya tidak cepat terlupakan (karena diulang) serta tidak menimbulkan kebosanan akibat pengulangan (dengan tidak terlalu men-seringkan pembelajaran).


KENDALA DALAM MEMPRAKTEKKAN CARA INI
Kendala yang paling sulit adalah menentukan apa saja keywords suatu bahasa yang harus dilatih. Setiap bahasa memiliki keunikan sendiri-sendiri sehingga memiliki himpunan keywords yang berbeda dengan himpunan keywords bahasa lainnya. Untuk mengatasi kendala ini, Anda dapat melakukan Googling dengan kata kunci seperti "Kata yang paling sering dalam bahasa ....", "Top words of .... language", "Most frequent words of .... language" dsb. Kemudian setelah Anda menemukan kata-kata yang paling sering digunakan dalam bahasa tersebut, Anda tinggal meng-eliminasi Kata Benda, Kata Kerja, dan Kata Sifat yang masuk ke dalam daftar tersebut. Dan voila! yang tersisa adalah kata-kata fungsional dan sangat sering digunakan: itu lah keywords bahasa tersebut.



KESIMPULAN
Cara belajar bahasa yang efektif adalah cara belajar yang memfasilitasi proses belajar otak secara alamiah. Cara yang paling alamiah dalam belajar bahasa adalah cara melatih membangun frase berdasarkan keywords. Cara ini menghindarkan pelajar dari rumus-rumus yang tidak perlu dan hanya membuat macet otak. Cara ini juga menjamin otak bawah sadar (yang berperan sebagai penyusun tuturan) menjadi terlatih dengan hasil yang realistis.

Untuk mengatasi kebosanan belajar atau terlupa pelajaran sebelumnya, pelajar dapat menjadwalkan pembelajaran keywords dengan teknik Pengulangan ber-Spasi. Sangat sulit menentukan apa saja keywords suatu bahasa, namun hal itu bisa diatasi dengan memilih kata-kata fungsional dari daftar kata-kata yang tersering muncul dalam bahasa tersebut.
Selengkapnya...

Kamis, 22 November 2012

Kunci Memahami Bahasa Arab Klasik (Fushha)


Bahasa Arab Klasik (Fushha (الفصحى)) adalah bahasa Arab dialek suku Quroisy. Bahasa Arab inilah yang digunakan sebagai bahasa Al-Qur'an dan dipakai dalam redaksi Hadits Nabi. Bahasa ini termasuk salah satu bahasa tertua di dunia karena bahasa ini tetap sama persis sejak lahirnya kira-kira pada abad 4 M hingga sekarang.

Memahami bahasa Arab Klasik sangat penting bagi umat Muslim karena bahasa ini merupakan satu-satunya gerbang untuk mendalami agama Islam secara utuh.

Bahasa Arab Klasik termasuk bahasa yang memiliki presisi (ketepatan) sintaktik (struktur) dan semantik (makna) yang sangat tinggi. Oleh karena itu sangat sulit untuk menerjemahkan bahasa Arab Klasik ke bahasa lain, karena jarang ada bahasa lain yang memiliki presisi seperti yang dipunyai oleh bahasa ini. Jika suatu kalimat Bahasa Arab Klasik dicoba untuk diterjemahkan ke bahasa lain, maka terjemahannya bisa saja tidak mampu mencakup makna yang sebenarnya atau paling parah jika terjemahan tersebut tidak tepat dengan makna sebenarnya.

Nah, padahal bahasa Arab Klasik merupakan bahasa yang dengannya ilmu agama Islam dilestarikan dan disampaikan. Bagaimana jika orang Islam sendiri tidak memahami bahasa ini? Bisa dibayangkan bagaimana ilmu agama Islam yang murni menjadi tidak murni lagi atau lenyap karena tidak dilestarikan dengan benar.

___________________________________________________________
TIPOLOGI BAHASA ARAB KLASIK
1. Bahasa Arab Klasik tergolong dalam kategori bahasa fusional.
Bahasa fusional adalah bahasa yang mengandalkan banyak imbuhan untuk menyampaikan makna, struktur, dan fungsi kata secara bersamaan. Contohnya lihat perbandingan bahasa Arab sebagai bahasa fusional dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa aglutinatif berikut ini:

Bahasa Arab        :     nadhribuhum (نَضْرِبُهُمْ)
Bahasa Indonesia :     kami menghajar mereka

Lihat pada kalimat bahasa Arab, hanya satu kata saja mampu menyampaikan informasi Agent (Pelaku), Patient (Penderita), Jenis Kelamin dan Jumlah Agent, Jenis Kelamin dan Jumlah Patient, Makna, Tense, serta Mood secara bersamaan. Sebaliknya lihat bahasa Indonesia membutuhkan 3 kata untuk mengungkapkan ekspresi yang sama. Perhatikan lagi perbandingan berikut:

Bahasa Arab         : nudhrobuhum (نُضْرَبُهُمْ)
Bahasa Indonesia :  kami dihajar mereka

Lihat. Sedikit perubahan harokat (bunyi vokal) saja bisa memutarbalikkan makna. Begitulah salah satu ciri bahasa fusional.

2. Bahasa Arab Klasik tergolong dalam kategori bahasa Topic-prominent.
Bahasa Topic-prominent adalah bahasa yang kalimatnya selalu dibagi dua bagian:
Topic dan Comment (dalam istilah bahasa Arab dinamakan Mubtada' wa Khobar). Contoh lain bahasa Topic-prominent adalah bahasa Indonesia, bahasa Melayu, berbagai bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Korea, dlsb.

Dalam bahasa Topic-prominent, tuturan yang lebih penting adalah Topic dan selalu lebih dahulu disebutkan, sedangkan informasi pelengkap Topic adalah adalah Comment, dan selalu ditambahkan belakangan setelah Topic.

___________________________________________________________
FITUR-FITUR TATA BAHASA ARAB
1. Kosa kata bahasa Arab dibagi ke dalam tiga kelompok:

  • Ism ((إسم)yaitu semua kata benda, kata sifat, penjumlah, dsb.), 
  • Fixl ((فعل)yaitu kata kerja), dan 
  • Harf ((حرف)yaitu kata bantu, kata depan, dsb.).

2. Fixl (kata kerja) bahasa Arab Klasik merupakan Triconsonantal root. Yaitu terdiri dari akar yang berupa tiga konsonan, beserta tambahan bunyi-bunyi lain yang memberikan informasi tambahan untuk akar tersebut. Misalnya kata: "kataba" (كَتَبَ (dia menulis)) terdiri dari konsonan K-T-B sebagai akar. Akar K-T-B bisa dimodifikasi Imbuhannya untuk membentuk makna lain tapi masih berkaitan dengan "kegiatan menulis". Misalnya "KaTaBtu" ((كتبتُ)saya menulis), "KiTaaB" ((كتابٌ)tulisan), "KaaTiB" ((كاتبٌ)penulis) "maKTuwB" ((مكتوبٌ)yang tertulis), "maKTaB" ((مكتبٌ)(meja)tempat menulis), "miKTaB" ((مِكتبٌ) alat menulis), dlsb.

3. Setiap Ism memiliki bentuk Tunggal, Ganda, & Jamak, serta termasuk dari salah satu jenis kelamin yaitu Maskulin atau Feminin. Bahkan kata-kata untuk benda mati pun digolongkan ke dalam salah satu jenis kelamin, jika bukan Maskulin ya Feminin.

4. Adanya Article untuk Ism. Ism yang ditambahi Article "al" menunjuk pada suatu hal tertentu, sedangkan Ism yang tidak ditambahi Article menunjuk pada suatu hal secara sembarang. Contoh:
dengan Article --> اَلْجَمَلُ (al-jamal(u)) = unta itu
tanpa Article --> جَمَلٌ (jamal(un)) = unta

5. Pada Ism dan Fixl ada Penanda Status (إعرب). Artinya suatu bentuk kata menunjukkan kata tersebut dalam status apa.

  • Ada tiga status Ism (Rofa', Nashob, & Jarr) dan 
  • tiga status Fixl (Rofa', Nashob, & Jazm).

6. Fixl Bahasa Arab dapat dibagi menjadi 2 kategori:

  1. Fixl Maadhiy (Telah selesai sempurna (Perfect)).
  2. Fixl Mudhori' (Belum selesai sempurna (Imperfect)). Dari Fixl Mudhori' dapat dimodifikasi untuk memberikan Mood berbeda, misalnya: Mood Subjungtif (mengandaikan), Imperatif (meminta atau melarang), & Jussif (menyarankan atau menyangkal).
___________________________________________________________
KUNCI TATA BAHASA ARAB KLASIK
Yang saya temukan ada 2 kunci tata bahasa Arab Klasik:

KUNCI 1:
Perhatikan Bentuk Kata. Kesalahan pada bunyi konsonan atau pada bunyi vokal dapat menyelewengkan fungsi kata atau makna kata. Selain itu, kata memiliki bentuk-bentuk khusus yang menyampaikan informasi yang bervariasi. Misalnya kata:
مُسْلِمٌ muslim = laki-laki Islam
مُسْلِمَةٌ muslimaH = perempuan Islam
مُسْلِمَانِ muslimaan = dua orang Islam
مُسْلِمُوْنَ muslimuwn = orang-orang Islam
مُسْلِمِيْنَ muslimiyn = orang-orang Islam (sama seperti kata muslimuwn tetapi berbeda fungsi)
مُسْلِمَاتٌ muslimaaT = perempuan-perempuan Islam 

KUNCI 2:
Penanda Status suatu kata menentukan apa fungsi kata tersebut dalam kalimat.
Sekarang saya tanya: "Apa persamaan dan perbedaan Muhammad(un), Muhammad(an), dengan Muhammad(in)?"
Jawabnya: ketiganya sama makna tetapi berbeda fungsinya dalam kalimat.

___________________________________________________________
SEKARANG, JIKA ANDA INGIN BELAJAR BAHASA ARAB KLASIK
Anda perlu melewati kedua tahap ini:
1. Pelajari bentuk-bentuk serta modifikasi masing-masing Ism dan Fixl (adapun Harf tidak berubah bentuk oleh karena itu bisa di-skip ke tahap kedua). Anda dapat googling pelajaran bentuk-bentuk kata ini dengan kata kunci "shorof bahasa Arab"
2. Kemudian, pelajari struktur penyusunan kalimat bahasa Arab dengan memperhatikan Penanda Status. Untuk tahap ini saya dapat membantu Anda dengan masuk ke post saya: Visualisasi Struktur Bahasa Arab Klasik. Namun sebelum itu, Anda harus memantapkan pengetahuan Anda tentang bentuk-bentuk kata bahasa Arab dengan melewati tahap pertama terlebih dahulu. ;-)

Coming soon: Visualisasi Struktur Bahasa Arab Klasik.

Selengkapnya...

Jumat, 02 November 2012

Aturan Kunci Bahasa Inggris

Hello reader :)
Karena banyaknya request agar saya mengangkat tulisan yang bertema tentang bahasa Inggris, saya menulis post ini.

Seperti biasa dalam memulai pembahasan mengenai suatu bahasa, saya memulainya dengan membahas Aturan Kunci. Apa yang saya tulis disini merupakan kristalisasi dari pembelajaran bahasa Inggris saya sejak saya masih Sekolah Dasar sekitar 11 tahun lalu sampai sekarang. 

Aturan Kunci Bahasa Inggris yang saya temukan ini, hanya lah sebagai tambahan pengetahuan untuk Anda dan hanya berfungsi untuk mengubah pola pikir Anda dalam mempelajari bahasa Inggris. Adapun metode belajar yang paling cocok untuk Anda ya Anda yang paling tahu. Namun saya tetap berharap apa yang saya tuliskan disini dapat Anda integrasi-kan dalam metode belajar Anda, sehingga metode Anda menjadi lebih baik.


PATUT DIKETAHUI
Bahasa Inggris berasal dari bahasa Proto-Jerman, dan telah menyerap sangat banyak kosa kata dari bahasa Latin, Perancis, Yunani, dll.

(Coba bandingkan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau, dan menyerap sangat banyak kosa kata bahasa Sansekerta (India), bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Austronesia lainnya: misalnya bahasa Jawa, Sunda, dll.)* O.O.T. nih.. :P

Back to topic...
Bahasa Inggris pernah menjadi bahasa eksklusif orang-orang kelas bawah. Sehingga tata bahasanya cenderung jauh lebih simpel daripada bahasa-bahasa Eropa lainnya. Kosa kata serapan dari bahasa Latin, Perancis, dan Yunani (Foreign words) dianggap kosa kata formal/elit. Sedangkan kosa kata asli dari bahasa Proto-Jerman (Native words) merupakan kosa kata Informal. Semakin banyak menggunakan Foreign words maka bahasa Inggris terdengar semakin formal, dan sebaliknya semakin sedikit menggunakan Foreign words terdengar semakin tidak formal.

Bahasa Inggris juga termasuk bahasa Analytic. Bahasa Analytic merupakan bahasa yang hampir tidak mengenal Imbuhan kata. Contoh lain misalnya: bahasa Mandarin. Beda lah sama bahasa Indonesia yang cenderung punya lumayan banyak Imbuhan kata.


ATURAN KUNCI BAHASA INGGRIS
Ada 3 aturan kunci bahasa Inggris:

KUNCI 1:
Kosa kata bahasa Inggris bisa dibagi menjadi dua macam: Native words dan Foreign words. Bedanya:
  • Satu kata Native words tidak memiliki makna yang stabil, karena itu untuk menentukan makna sebuah Native word Anda perlu memperhatikan kata-kata dalam keseluruhan kalimat dan bagaimana kata-kata itu tersusun. Setiap Native words pasti memiliki minimal dua makna atau lebih. Maknanya tergantung dimana posisinya dan apa saja kata-kata lain di dalam kalimat. Misalnya kata "shoot" bisa bermakna: tembak, tendang, film, jatuh, mengambil gambar, dsb. Misalnya juga kata "fire" bisa bermakna: api, menembak, memecat, semangat, kebakaran, dsb.
  • Satu kata Foreign words memiliki makna yang stabil dan penggunaannya cenderung terbatas. Satu kata Foreign words biasanya hanya memiliki satu makna, namun ada juga yang memiliki beberapa makna. Umumnya, Foreign word bisa digantikan oleh Native word, namun Foreign word tidak selalu bisa menggantikan Native word. Misalnya kata "donate" (berasal dari bahasa Latin): bermakna mendonasikan(...sesuatu). Kata ini bisa digantikan oleh Native word "give". Namun kata ini tidak selalu bisa menggantikan kata "give".
Dalam komunikasi beneran, 85% kata merupakan Native words yang diulang-ulang secara sering sedangkan sisa 15% kata merupakan Foreign words.
Bagaimana membedakan Foreign word dan Native word? Anda bisa Googling atau mencari sumber-sumber lain. :)

KUNCI 2:
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang cukup ketat mengenai urutan kata. Kata disusun dengan urutan S+V+C (subjek-verb-pelengkap). Salah pengurutan kata = salah pengertian. Hanya Kata Keterangan yang tampaknya lebih fleksibel soal posisi, itupun dengan beberapa pertimbangan ketat.

KUNCI 3:
Bahasa Inggris merupakan bahasa Subject-prominent. Subjek wajib ada bersama dengan Verb-nya. Artinya, dalam struktur kata, susunan SV pada klausa utama adalah mutlak, walaupun Anda tidak membutuhkan Subjek-nya atau Anda tidak membutuhkan Verb-nya. Jika Anda tidak membutuhkan Subjek, Anda tetap wajib menyertakan Dummy Subject (yaitu: "it"). Jika Anda tidak membutuhkan Verb, Anda tetap wajib menyertakan Dummy Verb (yaitu: "be" dan turunan-turunannya yaitu "is", "was", "are", "were", dan "am"). Contoh mudahnya: bisa dilihat pada kalimat: "it is raining".


Kesimpulan: bahasa Inggris cukup ketat dalam pengurutan kata, juga kewajiban menyusun kalimat sempurna harus didasarkan pada kewajiban susunan SV. Hal ini dikarenakan komunikasi bahasa Inggris 85% terdiri dari Native words yang bermakna labil dan hanya 15% terdiri dari Foreign words yang bermakna stabil, sehingga bahasa Inggris membutuhkan struktur kalimat yang kuat agar Native words yang labil bisa memberikan makna yang dimaksudkan.



Selengkapnya...

Minggu, 28 Oktober 2012

Cara Cerdas Menghafal Huruf Kanji (Jepang)

Menguasai huruf Kanji merupakan impian banyak orang. Macam-macam alasannya, entah karena kebutuhan, karena minat, untuk senang-senang, atau bahkan untuk pamer :p
Whatever alasan Anda, Anda pasti setuju huruf Kanji itu indah. ^_^
Kan artinya Cina, Ji artinya Tulisan. Maka Kanji berarti: tulisan Cina.

Lihat? Indah bukan? :)

Indah memang, tapi sebagian besar orang merasa kurang percaya diri mempelajarinya. Guratan-guratannya terlihat "wow rumit". Padahal itu kelihatannya saja lho.. ^_^

Pada post kali ini saya hanya memfokuskan pembahasan pada "menghafal Kanji". Maksudnya yaitu menghafal bentuknya. Belum cara membacanya.


YANG DILAKUKAN ORANG KEBANYAKAN DALAM BELAJAR KANJI
Yaitu dengan mempelajarinya sesuai jumlah guratan-guratannya. Mulai dari kanji berguratan 1, 2, 3, dst. sampai guratan 23. Cara belajar kanji seperti ini sangat populer, dan juga merupakan cara belajar kanji di sekolah-sekolah di Jepang. Tidak heran untuk bisa menguasai sekitar 2000 kanji saja, anak-anak Jepang butuh 12 tahun!

Nah, sekarang Anda ingin belajar Kanji, apakah Anda punya waktu sebanyak itu? Saya kira tidak, bukan?

Kalo Anda ingin menguasai Kanji dalam waktu cepat, Anda harus punya cara yang cerdas. :)


UBAH MINDSET
Huruf Kanji berasal dari piktograf Cina sejak tahun 2000 SM. Piktograf adalah gambar yang dipakai sebagai tulisan. Piktograf diinspirasi dari alam sekitar. Seiring zaman piktograf-piktograf tersebut berubah bentuk hingga menjadi Kanji yang kita kenal sekarang.

Piktograf diinspirasi dari benda-benda alam
Piktograf lambat laun ber-evolusi hingga menjadi Kanji yang kita kenal sekarang
Jadi sebenarnya, Kanji adalah gambar-gambar yang digunakan untuk menyampaikan maksud seperti tulisan.


KENALI RADIKAL (bu shou)
Radikal adalah bagian-bagian Kanji yang berasal dari gambar piktograf. Radikal biasanya digunakan untuk meng-index Kanji dalam kamus. Namun ternyata radikal bisa juga digunakan untuk menghafal Kanji!

Nah begini, setiap kanji tersusun dari 1 s.d. 7 radikal. Ada kanji yang berupa satu radikal, ada kanji yang tersusun dari dua radikal, tiga radikal dan seterusnya. Bisa dibilang, tidak ada kanji yang tidak terdiri dari radikal. Daripada mumet menghafal Kanji berdasarkan jumlah guratan, lebih baik menghafal berdasarkan Radikal apa saja yang menyusunnya. 

Saya ilustrasikan dengan huruf:
Terang
Bagi pelajar yang mempelajari kanji berdasarkan jumlah guratan huruf ini termasuk huruf 9 guratan (hitung sendiri deh :p). Namun jika Anda melihatnya dari sudut pandang radikal, huruf ini terdiri dari 2 radikal, yaitu radikal "matahari" di sebelah kiri dan radikal "bulan" di sebelah kanan. Kedua radikal ini membentuk huruf yang berarti: "terang".

Saya coba lagi dengan yang "terlihat" lebih rumit:
Istri
Huruf ini terdiri dari 9 guratan, namun secara radikal, huruf yang kelihatan rumit ini mempunyai 2 radikal yaitu radikal "sapu" di atas dan radikal "wanita" di bawah. Kedua radikal ini menyusun huruf yang bermakna "istri" (jaman dahulu di Cina, sapu dianggap sebagai lambang penguasaan rumah).

Gambar berikut juga patut diperhatikan :)
huruf-huruf yang tersusun dari tiga radikal yang sama
Menurut penelitian saya, kanji yang paling rumit pun maksimal terdiri dari 7 radikal saja. Adapun kanji-kanji yang sering digunakan dalam penulisan sehari-hari adalah Kanji-kanji yang terdiri dari minimal satu radikal sampai empat radikal.

Mana yang lebih praktis dan lebih cepat: menghafal satu kanji berdasarkan radikal-radikal penyusunnya atau menghafal satu Kanji dengan menghafal setiap posisi dan urutan guratan Kanji tersebut? :)


LALU? CARA SEPERTI APA YANG BISA ANDA LAKUKAN?
Pertama, tentu saja menghafal radikal. Radikal yang didaftarkan oleh Kaisar Kang Xi ada 214. Namun menghafal setengahnya saja sudah cukup mantap untuk bekal menghafal (bentuk) Kanji. Daftar radikal Kang Xi klik disini.
Catatan penting: berlatih lah mengenali dan menulis radikal seperti waktu Anda belajar huruf alfabet (A-Z). Ingat-ingat nama setiap radikal, misalnya, radikal "manusia", "matahari", "bulan", "air", "api", "tanah" "pohon", dsb. Jika Anda serius melatih pengenalan dan penulisan radikal, maka mengenali dan menulis Kanji kelak akan semudah Anda mengenali dan menulis huruf Latin! Percayalah! :O
Kedua, carilah daftar Kanji untuk dihafal. Minimal daftar Jouyou Kanji. Tanya mbah Google lah. Hafal bentuk kanji beserta maknanya. Lebih baik lagi jika Anda langsung melatih cara menulisnya. Sebaiknya, jangan dulu menghafal bunyinya.
Ketiga, setelah cukup mantap dalam menghafal bentuk Kanji baru pelajari cara baca Kanji, tapi tapi tapi, tunggu sebentar. Saran saya: Jangan Mempelajari Cara Baca Kanji secara Satu per Satu (Learning by Isolation)! Akan lebih menghemat waktu jika Anda mempelajari bunyi Kanji dari kata yang disusunnya. Ingat kita bukan sedang belajar huruf Latin. Mau tahu kenapa?

Selengkapnya...

Kamis, 11 Oktober 2012

Fokus Bahasa Jepang 2 : Konyugasi Katsuyougo

Pada post Fokus Bahasa Jepang 1 : Partikel Bahasa Jepang dan Fungsi-fungsinya saya menjelaskan beberapa partikel wajib tahu yang menyertai Hikatsuyougo. Namun Hikatsuyougo hanyalah sekedar info dalam kalimat. Jika Anda ingin membuat sebuah kalimat lengkap bahasa Jepang maka Anda harus menyertakan Katsuyougo setelah (kumpulan) Hikatsuyougo.

Katsuyougo adalah inti dari sebuah kalimat. Untuk membentuk kalimat bahasa Jepang minimal harus ada Katsuyougo. Bahkan terkadang satu katsuyougo saja bisa seperti satu kalimat. Satu contoh saja, jika ada seseorang yang mengatakan "Sabishii" (Sepi), pendengarnya bisa mengartikannya "saya kesepian" atau "dia kesepian" dsb. tergantung konteks pembicaraan atau situasi saat berlangsungnya pembicaraan. Kita bisa memahaminya seakan itu adalah kalimat sempurna. Yaaa, seperti bahasa Indonesia lah, terkadang satu kata saja bisa dimengerti secara sempurna kan? :)

Lalu apa sih Katsuyougo itu?

Katsuyougo terdiri dari Kata Kerja dan Kata Sifat. Dalam kalimat, Katsuyougo selalu disebutkan setelah menyebutkan semua Hikatsuyougo sebelumnya. Contohnya:

Jepang              : watashi-wa kinou-ni daigakkou-ni basu-de itta
Meta-translate : saya, di kemarin di kampus dengan bus pergi
Indonesia          : Kemarin saya pergi ke kampus dengan (naik) bus

Jadi pola pikir berbahasa Jepang adalah: kumpulkan dulu semua info-nya kemudian sebutkan inti pembicaraannya. :)


CIRI-CIRI KATSUYOUGO
Kalo kita menulusuri kamus bahasa Jepang, kata-kata Katsuyougo memiliki ciri-ciri yang relatif seragam. Misalnya:
Kata Kerja (bentuk kamus) serba berakhiran bunyi -u (-u, -ku, -gu, -su, -tsu, -nu, -bu, -mu, -ru)
Kata Sifat (bentuk kamus) ada dua macam: yang serba berakhiran -ii dan yang serba berakhiran -na. Kedua macam ini hanya berbeda pada cara Konyugasi-nya.

APA ITU KONYUGASI?
Konyugasi adalah pelekatan bunyi akhiran pada kata dasar, yang mengakibatkan perubahan fungsi pada kata dasar tersebut. (Contoh Konyugasi Katsuyougo ini dapat juga Anda lihat pada post saya: Golden Lines untuk Mempelajari Bahasa dalam 1 Jam)

Saya akan mulai dari Konyugasi Kata Kerja.
Saya memilih kata "hanasu" (membicarakan) dalam mendemonstrasikan Konyugasi ini:


  • Are-wo Hanasu                  = membicarakan itu
  • Are-wo Hanashinai            = tidak membicarakan itu
  • Are-wo Hanashita              = pernah membicarakan itu
  • Are-wo Hanashinakatta     = tidak pernah membicarakan itu
  • Hanashite!                           = bicaralah!
  • Hanashinaide                      = jangan bicara
  • Are-wo Hanashite'iru         = sedang membicarakan itu
  • Are-wo Hanashite kudasai  = silahkan bicara
  • Are-wo Hanashite shimau  = terlanjur membicarakan itu
  • Hanashou                             = mari berbincang
  • Are-wo Hanaseba               = jika membicarakan itu
  • Are-wo Hanaseru               = dibuat membicarakan itu
  • Are-ga Hanasareru             = itu dibicarakan
  • Are-wo Hanaserareru        = mungkin dibicarakan
  • dst.

Beberapa kata kerja memiliki pola Konyugasi yang tidak biasa, misalnya "kuru" (datang, tiba):

  • Koko-ni kuru                       = datang kesini
  • Koko-ni konai                     = tidak datang kesini
  • Koko-ni kita                        = pernah datang kesini
  • Koko-ni konakatta               = tidak pernah datang kesini
  • Koko-ni kite!                       = datanglah kesini!
  • Kou                                      = mari datang
  • Koko-ni koreru                    = didatangkan kesini
  • Koko-ni korareru                 = mungkin didatangkan
  • dst.

Selain itu pola Konyugasi yang tidak biasa pun ada pada Kata Kerja "iku" (pergi) dan "suru" (berbuat)

Sekarang coba lihat Konyugasi pada kata sifat, saya pilih kata sifat "tsuyoi" (kuat) dan kirei-na (cantik):

  • Ano hito-wa Tsuyoi               = orang itu kuat
  • Ano hito-wa Tsuyokunai       = orang itu tidak kuat
  • Ano hito-wa Tsuyokatta        = orang itu pernah kuat
  • Ano hito-wa Tsuyokunakatta = orang itu (dulu) tidak kuat
  • Ano hito-wa Tsuyokute          = orang itu sedang kuat-kuatnya
  • Ano hito-wa Tsuyokeba         = jika orang itu kuat


Untuk Kata Sifat berakhiran "na", ketika berada pada posisi Katsuyougo maka bunyi "na" harus diganti dengan Kopula "da" atau Kopula "desu". Kemudian kopula ini lah yang dikonyugasi:

  • Ano onna-wa kirei desu         = wanita itu cantik
  • Ano onna-wa kirei janai        = wanita itu tidak cantik
  • Ano onna-wa kirei deshita     = wanita itu pernah cantik
  • Ano onna-wa kirei janakatta  = wanita itu (dulu) tidak cantik
  • Ano onna-wa kirei de            = wanita itu sedang cantik (*aneh ya? hahaha)
  • Ano onna-wa kirei naraba     = jika wanita itu cantik



Banyak ya?

Benar, konyugasi bahasa Jepang memang cenderung kompleks. Pola di atas tadi bukan semua pola konyugasi yang mungkin, hanya yang terpenting dan tersering saja. Namanya juga Think Simply.. ;-)

Konyugasi tersebut memang selalu menjadi konyugasi yang minimal harus diketahui dalam belajar bahasa Jepang. Saya sebutkan lagi:

  • -nai, & -nakatta, konyugasi ini me-negatif-kan Katsuyougo yang dilekatinya. Bisa diartikan "tidak--" dan "tidak pernah--"
  • -ta, konyugasi ini bisa di artikan "(dulu) pernah"
  • -te/-de, konyugasi ini digunakan untuk memberikan perintah dengan melekatkannya pada Kata Kerja.
  • -naide, konyugasi ini bisa diterjemahkan sebagai "jangan---"
  • -te'iru/-de'iru, konyugasi ini bisa diterjemahkan sebagai "sedang"
  • -te kudasai/-de kudasai, konyugasi ini digunakan untuk mempersilahkan berbuat sesuatu. Dan sebaliknya -naide kudasai digunakan untuk memohon agar jangan berbuat sesuatu.
  • -te shimau/-de shimau, konyugasi ini digunakan untuk menyesali sesuatu yang telah terlanjur terjadi
  • -(r)eba & nara, konyugasi ini digunakan dalam pengandaian, biasa diartikan sebagai "jika/kalau"

Wikipedia punya daftar Konyugasi yang lebih lengkap, bagi yang tertarik lebih lanjut, klik disini.

Chart yang menunjukkan kompleks-nya konyugasi bahasa Jepang


Semoga bermanfaat ;)


Selengkapnya...

Selasa, 09 Oktober 2012

Fokus Bahasa Jepang 1 : Partikel dan Fungsi-fungsinya

Sambungan pertama dari post Aturan Kunci Bahasa Jepang

PARTIKEL
Partikel adalah kata/morfem bantu untuk Hikatsuyougo (Kata-kata Non-Konyugatif). Fungsi Partikel paling utama adalah untuk Case Mark (penanda peran kata) dan sebagai Penghubung antar Hikatsuyougo.

Hikatsuyougo terdiri dari kategori Kata Benda dan Kata Keterangan Waktu dan Tempat. Dalam bahasa Jepang, urutan kata (maksudnya urutan Hikatsuyougo) tidak terlalu berpengaruh terhadap makna kalimat (berbeda dengan bahasa Indonesia yang butuh pengurutan kata agar suatu kalimat tidak melenceng maknanya). Namun, agar pendengar mengetahui setiap peran-peran kata, maka di belakang masing-masing kata Hikatsuyougo (harus) ada Partikel yang mengikutinya.


Partikel bahasa Jepang jumlahnya mencapai ratusan, namun disini saya hanya akan memberikan Partikel yang terpenting dan tersering digunakan dalam berbahasa Jepang.

Partikel Case Marker Hikatsuyougo:
  • -wa (...) (penanda Topik) jika diterjemahkan tidak ada padanannya melainkan dianjurkan untuk menerjemahkannya dengan koma (,). 
Contoh: neko-wa taberu = kucing, makan
  • -ni (...) (penanda Posisi) biasa diterjemahkan sebagai "di ". 
Contoh: Toukyou-ni iku = (di Tokyo pergi) = pergi ke Tokyo
  • -wo (...) (penanda Objek Langsung) biasa tidak diterjemahkan namun kita bisa menerjemahkannya sebagai "terhadap". 
Contoh: neko-wa sakana-wo taberu = (kucing, terhadap ikan, makan) = kucing makan (terhadap) ikan
  • -de (...) (penanda Konteks) sulit diterjemahkan namun yang paling mendekati adalah "dengan ....". 
Contoh: watashi-wa sushi-wo hashi-de taberu = (saya, terhadap sushi, dengan sumpit, makan) = saya, makan sushi dengan (menggunakan) sumpit.
  • -kara (...から) (penanda Titik Awal) bisa diterjemahkan sebagai "dari". 
Contoh: watashi-wa Manado-kara desu = (saya, dari Manado, desu) = saya, dari Manado
  • -made (...まで) (penanda Titik Akhir) bisa diterjemahkan sebagai "sampai/hingga". 
Contoh: ware-ware-wa Bandung-kara Surabaya-made aruita = (kami, dari Bandung hingga Surabaya berjalan kaki) = kami, berjalan kaki dari Bandung sampai Surabaya)
  • -ga (...) (penanda Subjek) tidak diterjemahkan tapi kata apapun yang diikutinya berperan sebagai Subjek tetapi bukan Topik. 
Contoh: ano-neko-wa teiru-ga yureru = (kucing itu, ekor bergoyang-goyang) = kucing itu, ekornya bergoyang-goyang



Partikel Penghubung Hikatsuyougo
  • -to (...)biasa diterjemahkan sebagai "dan". 
Contoh: Takahashi-san-to Izumi-san...= Tn. Takahashi dan Tn. Izumi...
  • -mo (...)(Partikel Inklusif) biasa diterjemahkan sebagai "juga". Partikel ini berfungsi memasukkan satu anggota lagi ke (daftar) info yang sudah ada.
 Contoh: Watashi-mo... = saya juga...
  • -ka (...) (Partikel Ketidakpastian) paling mudah menerjemahkannya sebagai "kah". 
Contoh: Sushi-ka sashimi-ka ramen-ka dore-wo erabu ka? = sushi, sashimi, atau ramen mana yang (mau kamu) pilih?
  • -yori (...より) (Partikel Pembanding) sering diterjemahkan sebagai "daripada". 
Contoh: Aiko-san-yori Rina-san kirei da yo = (daripada Aiko, Rina cantik da yo) = Rina lebih cantik daripada Aiko
  • -dake (...だけ) (Partikel Pembatas) sering diterjemahkan sebagai "hanya". Contoh: Anata-dake mieru = (hanya kamu (bisa) melihat) = hanya kamu yang bisa melihat
  • -no (...) (Partikel Konstruk) dua Hikatsuyougo yang terhubung dengan Partikel ini saling terkait secara hierarki. 
Contohnya: Indonejia no Jaba no Jogujya = (Indonesia (punya) Jawa (punya) Jogja) = Jogja-nya Jawa-nya Indonesia. 
Misalnya juga: Minamoto no Yoshitsune desu = (Minamoto (punya) Yoshitsune desu) = Yoshitsune (dari keluarga) Minamoto

Dua belas partikel di atas cukup bagi Anda sebagai permulaan. Saran saya latih lah penggunaan Partikel bersamaan dengan hafalan kosa kata Benda dan Kata Keterangan. Jika Anda ingin melihat daftar yang lebih lengkap mengenai Partikel bahasa Jepang, Anda bisa melihatnya di artikel Wikipedia disini.
Anda juga bisa melihat penjelasan lain tentang Partikel disini.

Ingat Hikatsuyougo adalah serangkaian info kalimat. Namun apa gunanya serangkai info tanpa intinya (yaitu Katsuyougo)?

Anda dapat mempelajari Katsuyougo serta macam-macam konyugasinya di artikel Fokus Bahasa Jepang 2 : Konyugasi Katsuyougo.


Selengkapnya...

Aturan Kunci Bahasa Jepang

Konnichiwa, :)

Saya pernah menulis bahwa untuk mempelajari bahasa dalam waktu singkatCarilah apa aturan kunci dari bahasa yang ingin kita pelajari.

Namun tenang saja, dalam post ini, saya yang akan memberitahukan kepada Anda Aturan Kunci Bahasa Jepang yang telah saya temukan.

Aturan Kunci untuk tata bahasa Jepang ada tiga. Di antara ketiganya, kunci pertama merupakan landasan untuk kunci kedua dan ketiga. Adapun kunci kedua dan ketiga kudu menjadi fokus utama jika ingin menguasai bahasa Jepang dalam waktu singkat. Ini dia:

Kunci 1:
Satu unit klausa bahasa Jepang terdiri dari dua bagian: 非活用語 (Hikatsuyougo, yaitu Non-Konyugatif) dan 活用語 (Katsuyougo, yaitu Konyugatif). Hikatsuyougo adalah bagian untuk info, adapun Katsuyougo merupakan inti yang memberi makna utama bagi kalimat dan (hampir) selalu berada di belakang kalimat.

Kunci 2:
Kata-kata pada bagian Hikatsuyougo boleh tidak beraturan asalkan di Case Mark (penanda peran kata) dengan sesuai dengan menggunakan Partikel (助詞 joshi).

Kunci 3:
Kata pada bagian Katsuyougo selalu berada di belakang dan dikonyugasi sesuai kebutuhan.

maka, FOKUS PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG:


Selengkapnya...