Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

Nilai Diri

Nilai diri kita bukanlah dari apa yang kita miliki.
Akan tetapi nilai diri kita adalah dari perbuatan kita, kontribusi kita terhadap dunia.

Jangan gantungkan nilai diri dari harta benda yang dimiliki. Karena harta benda bisa datang dan pergi.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari jabatan yang dimiliki. Karena jabatan bisa diberikan dan dicabut.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari gelar dan atribut. Karena gelar dan atribut dapat menjadi kehinaan jika tiada bermanfaat.

Berkontribusi lah. Karena kontribusi tiada akan terhapus walau dilupakan. Dengan kontribusi, manusia benar-benar menjadi manusia. Itu lah nilai diri kita yang sejati. :)


Selengkapnya...

Sabtu, 23 Februari 2013

Berlatih Jangan Asal Berlatih

Kita tentunya sudah tidak asing dengan ungkapan "Practice Makes Perfect" atau "Berlatih membuat (kemampuan) menjadi sempurna".

Secara neurologis (ilmu yang mempelajari tentang otak), berlatih membuka sebuah jalur neuron (neural pathways) baru di otak, dan semakin banyak berlatih, maka jalur tersebut akan semakin kuat dan besar. Ibaratnya jika sebuah jalur tercipta di sebuah padang rumput akibat terinjak-injak oleh kaki manusia atau hewan yang lewat, lalu jalur kecil itu digunakan berulang-ulang, maka jalur itu akan semakin tampak dan besar dan lambat laun dapat menjadi sebuah jalan raya.

Artinya, jalur neuron apapun yang terbentuk akan menjadi kuat dengan semakin seringnya berlatih.
Jalur neuron dalam otak kita ibarat jalur kecil di padang rumput. Semakin sering dilalui semakin ia tampak dan membesar.
Begitu juga semakin sering berlatih, semakin kuat jalur neuron yang tercipta.
(Sumber gambar: www.visualphotos.com)

Masalahnya adalah tidak semua latihan dapat mengarah pada hasil yang positif.
Jika konten atau cara latihan awal sudah keliru tanpa adanya introspeksi terhadap konten atau cara tersebut, maka latihan-latihan selanjutnya akan semakin memperkuat kekeliruan awal bahkan bisa sampai pada taraf sangat sulit diperbaiki.

Contohnya, seseorang belajar bermain tenis. Pada latihan pertama ia memiliki cara-cara yang keliru dalam bermain, tapi tidak ada yang memperbaikinya atau ia sendiri tidak punya keinginan untuk mengetahui apakah ada yang keliru dari caranya atau tidak. Semakin ia berlatih maka ia melatih dan memperkuat kekeliruannya tersebut. Sampai suatu saat ia belajar pada seorang pelatih tenis profesional yang memberitahu kekeliruan-kekeliruannya. Namun latihan-latihannya yang terdahulu telah membuat kekeliruannya sangat sulit diperbaiki, dan ia terus menerus berbuat kekeliruan. Itulah dampak keliru dalam berlatih.

Maka seyogya-nya dalam berlatih, jangan asal berlatih. Jika Anda ingin berlatih yang menghasilkan kesempurnaan yang positif, maka berlatih lah dengan konten dan cara yang benar. Keliru sesekali tidak masalah, asalkan ketika kekeliruan terjadi maka langsung diperbaiki.

Berlatih memang menjadikan kemampuan menjadi sempurna.Melatih yang benar dengan penuh kesungguhan akan menjadikan kemampuan menjadi sempurna benarnya.Melatih yang keliru dengan penuh kesungguhan akan menjadikan kemampuan menjadi sempurna kekeliruannya.Maka hati-hati lah dalam berlatih. 
Selengkapnya...

Senin, 10 Desember 2012

Cara Menggunakan Tubuh yang Salah dan Solusinya


Tubuh manusia sejak manusia pertama sampai sekarang manusia sekarang, tidak berubah secara anatomis maupun secara fungsional. Organ-organ tubuh manusia modern memiliki fungsi dan karakteristik dasar yang masih sama persis dengan semua organ-organ tubuh manusia jaman batu.

Tapi mengapa manusia jaman sekarang tidak sekuat dan sepanjang umur manusia jaman batu? Bukankah fungsi dan karakteristik dasarnya tidak berbeda sama sekali? Lihatlah pada tubuh manusia jaman sekarang penyakitnya makin lama makin beragam dan makin aneh, kenapa?

Jawabannya adalah perbedaan gaya hidup.

Manusia jaman batu menggunakan tubuhnya dengan benar, sesuai dengan desain yang mana mereka diciptakan. Mereka bergerak sesuai dengan desain, mereka makan sesuai desain, mereka beraktifitas sesuai dengan desain tubuh mereka.

Lalu kita, keturunannya? Apa yang salah dari gaya hidup kita?
Berikut adalah hal-hal yang mungkin Anda pandang remeh tetapi sebenarnya berbahaya bagi tubuh kita:


Terlalu Sering Mandi dengan Sabun
Pada lapisan terluar kulit kita, terdapat zat tanduk yang melapisi lapisan terluar tersebut. Zat tanduk ini penting sebagai pertahanan awal terhadap penyakit. Sabun dapat mengobrak-abrik struktur zat tanduk ini. Apalagi jaman sekarang sabun dibuat dengan bahan kimia. Semakin sering memakai sabun, zat tanduk tersebut akan terkikis semakin banyak dan kulit menjadi lebih rentan diterobos bibit-bibit penyakit.
Solusinya: Saya tidak menyarankan Anda untuk tidak mandi lho.. hehe.. Juga bukan berarti Anda harus mengurangi jumlah mandi Anda dalam sehari. Silahkan saja mandi dua kali sehari atau lebih akan tetapi kurangi menggunakan sabun. Jika Anda biasanya mandi dua kali sehari, ya satu kali mandi saja yang menggunakan sabun, yang sekalinya lagi tidak perlu. Air semata lebih alami dan sebenarnya sudah sangat efektif untuk membersihkan kotoran yang menempel di kulit tanpa merusak zat tanduk ini.


Menyikat Gigi (tepat) sehabis Makan
Sehabis makan, makanan meninggalkan sisa-sisa di sela-sela gigi. Sisa-sisa ini bersifat asam (yaitu memiliki ph<7) dan membuat enamel gigi menjadi melunak untuk sementara. Jika enamel yang tengah melunak ini kemudian di sikat, bisa dibayangkan bagaimana efeknya. Seperti batu bata yang digosok dengan kertas pasir.
Solusinya: Lebih baik menyikat gigi sebelum makan atau setelah 1 jam makan.


Duduk pada saat Buang Air Besar
Pada saat duduk, salah satu otot dubur berkontraksi (menjadi tegang). Otot ini berkontraksi untuk menghindarkan kita dari cedera pada saat duduk. Namun jika feces melewati otot tersebut pada saat ia berkontraksi, maka akan terjadi pergesekan yang sangat berbahaya. Ini bisa menyebabkan berbagai masalah pada dubur misalnya wasir, dsb.
Solusinya: Jongkok! Manusia didesain untuk jongkok pada saat buang air besar. Pada saat jongkok, otot tadi berelaksasi (menjadi longgar). Sehingga apabila feces melewatinya pun tidak ada pergesekan yang berarti.


Buang Air Kecil dalam posisi Berdiri
Pada saat tubuh kita berdiri, kandung kemih tidak ditekan sehingga, jika seseorang buang air kecil dalam posisi berdiri, kandung kemih tidak tertekan sehingga air seni dalam kandung kemih bisa tertinggal dalam tubuh meskipun kandung kemih telah "berusaha" keras. Air seni yang tertinggal ini dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kan tahu, air seni adalah buangan limbah beracun dari tubuh.
Solusinya: Jongkok! Dengan jongkok kandung kemih mendapatkan tekanan yang cukup sehingga memudahkannya untuk mengeluarkan semua air seni tanpa kesulitan yang berarti.


Makan Berlebihan
Semua juga tahu bahwa berlebihan itu tidak baik, berlebihan itu eneg. Bukan hanya karena makan berlebihan membuat perut menjadi penuh dan berat, akan tetapi ada satu hal yang terpenting. Asal Anda tahu, tubuh senantiasa menjaga keseimbangan segala aspeknya, mulai dari keseimbangan koordinasi otot, keseimbangan suhu, sampai keseimbangan asam-basa tubuh, dsb. Jika salah satu aspek tidak seimbang, maka tubuh menjadi sakit.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh terutama terdiri dari zat-zat yang tergolong asam dan zat-zat yang tergolong basa. Tubuh membutuhkan zat-zat ini untuk kelangsungan hidupnya. Namun pada saat suatu zat terlalu banyak maka ia akan mengganggu keseimbangan asam-basa tubuh. Tubuh akan melawan ketidakseimbangan ini dengan ketidakseimbangan lain (reaksi tubuh tu lebay lah) agar tubuh bisa mencapai kondisi seimbang lagi. Misalnya nih, memang kita membutuhkan kalsium untuk tulang, namun kalsium yang terlalu banyak membuat tubuh menjadi sangat basa, untuk menanggulanginya tubuh akan membuang kalsium secara berlebihan (termasuk kalsium yang terkandung dalam tulang. Tuh kan lebay?). Itu sebabnya mengkonsumsi makanan/minuman berkalsium memang bermanfaat menguatkan tulang, tapi memakan/meminum makanan/minuman berkalsium terlalu tinggi sebaliknya dapat mengeroposkan tulang lebih cepat.
Solusinya: Makan secukupnya. Makan lah pada saat lapar, dan berhenti lah sebelum Anda mulai kesulitan bernafas.

Duduk bersandar
Duduk bersandar memang sangat nikmat dan nyaman. Namun tahukah Anda itu akibat otot punggung yang berelaksasi. Pada saat otot punggung relaks maka yang menahan semua beban adalah tulang punggung. Seakan sebuah ranting dipaksa untuk menahan beban .... kg (isi titik-titik tersebut dengan massa torso bagian atas tubuh Anda). Tulang punggung yang bekerja terlalu keras akan terkikis kepadatannya atau bisa mengganggu sistem syaraf.
Solusinya: Duduk lah tanpa bersandar. Ketika duduk tanpa bersandar, otot-otot perut & otot-otot punggung berkontraksi untuk membantu tulang punggung menahan beban torso bagian atas sehingga bebannya akan lebih ringan. Jika Anda merasa otot Anda tidak sanggup lagi, maka berbaring lah. Itu lebih baik daripada mengorbankan tulang punggung Anda.



Selengkapnya...

Sabtu, 10 November 2012

5 Keterampilan Hidup yang Seharusnya Diajarkan di Sekolah

Sekolah-sekolah jaman sekarang terlalu menekankan agar siswa-siswinya memiliki ilmu dan kemampuan akademik yang baik. Padahal ilmu dan kemampuan akademik belum tentu bermanfaat untuk kehidupan para siswanya dalam jangka panjang, ya kan?

Menurut saya, sekolah seharusnya mendahulukan apa yang lebih urgen dan lebih penting, yaitu, keterampilan hidup. Lagipula, ilmu dan kemampuan akademik sebenarnya bisa diajarkan dalam waktu singkat (asal dengan cara yang tepat). Sedangkan keterampilan biasanya butuh waktu yang lebih lama untuk berhasil dipelajari.

Ya. Keterampilan hidup. Keterampilan hidup lebih bermanfaat untuk jangka panjang siswa-siswi sekolah. Keterampilan hidup layak untuk diajarkan pada siswa-siswi sedari usia dini. Ketika minat mereka benar-benar telah berkembang dan potensi mereka mulai terlihat arah tujuannya baru lah diajarkan dengan ilmu akademik yang lebih kompleks. Itu pun disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing siswa-siswi.

Oke, back to topic. Inilah 5 keterampilan hidup yang seharusnya diajarkan di sekolah:


  1. Keterampilan Menentukan Prioritas. Keterampilan ini merupakan keterampilan yang paling pantas diberi prioritas. Berapa banyak orang yang tidak karuan hidupnya ketika ia tidak mampu menentukan prioritas? Prioritas dapat diterapkan dalam apa saja: waktu, aktifitas, pilihan, dlsb. Ada hal yang bisa diukur dalam skala prioritas ada hal-hal yang seharusnya dibuang dari skala prioritas.  
  2. Keterampilan Berfikir Kritis. Inti dari berfikir kritis adalah memikirkan sesuatu untuk kedua kalinya. Banyak orang yang tidak memiliki keterampilan ini (tentunya karena tidak diajari dan dilatih) dan akhirnya jatuh dalam jurang kecerobohannya sendiri.
  3. Keterampilan Mengelola Keuangan dan Harta Benda. Ah uang. Sulit dibayangkan seperti apa manusia hidup tanpa uang. Sama sulitnya membayangkan bagaimana manusia hidup tanpa benda sama sekali. Bisa dibilang hidup manusia itu tidak terlepas dari uang dan harta benda. Namun banyak sekali kita melihat orang tidak pandai mengelola keuangan dan harta bendanya. Mengelola keuangan dan harta benda bukan berarti menjadi pelit, namun bagaimana bertindak bijak dengan uang dan harta benda. Saya rasa keterampilan ini wajib untuk setiap orang.
  4. Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi yang Baik. Siapa yang tidak butuh berkomunikasi dengan orang lain atau bernegosiasi? Saya yakin semua manusia waras bisa berkomunikasi dan bernegosiasi. Hanya saja tidak cukup baik. Komunikasi dan negosiasi yang baik adalah komunikasi dan negosiasi yang membawa manfaat luas, bukan malah kerugian dan sakit hati.
  5. Keterampilan Menulis. Mau tak mau setiap pelaku profesi apapun perlu keterampilan menulis. Menulis yang baik adalah bagaimana si penulis mampu mengungkapkan pikirannya sejelas-jelasnya dan dapat dimengerti dengan sempurna oleh pembacanya. Menulis rangkaian huruf memang mudah, tapi dibutuhkan keterampilan untuk menghasilkan rangkaian huruf yang berkualitas dan berbobot. Tidak ada orang yang suka membaca tulisan yang kacau balau dan tidak berkualitas kan? ;)


Selengkapnya...

Jumat, 02 November 2012

Seni Penyampaian Pesan yang Berkesan

Setiap orang pasti ingin kata-katanya didengar atau diperhatikan. Setiap orang juga berharap pesan yang tersampaikan akan berkesan pada orang yang disampaikan, dan membawa perubahan yang diinginkan. Termasuk Anda, bukan? :)

Tapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan efektif, hanya beberapa orang saja yang saya tahu, entah karena bakat atau keistimewaan atau latihan sehingga menjadi penyampai pesan yang hebat. Sebut saja Nabi Muhammad. Ribuan kata-kata beliau dicatat dan membekas sampai sekarang. Jarang ada orang yang kata-katanya dicatat dan membekas mencapai jumlah ratusan. Bahkan coba Anda hitung berapa kata-kata tokoh-tokoh lain yang sering beredar. Apakah jumlah kata-kata mereka yang membekas mencapai ratusan? Jarang sekali. Namun kata-kata Nabi Muhammad melewati jumlah ratusan bahkan mencapai ribuan. Itu namanya pesan yang berkesan.


PENYAMPAIAN PESAN YANG BERKESAN
Penyampaian pesan yang berkesan setidaknya mempunyai tiga ciri:

  •  Pesan yang disampaikan dibuka secara baik

Bagi seseorang untuk menerima pesan secara baik, otaknya harus terbuka terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Anda harus memicu otak triune-nya untuk mencari informasi yang hendak Anda berikan. Yah bayangkanlah menawarkan ikan goreng untuk seekor kucing lucu yang Anda temui dijalan :) Ingat, karena Anda hendak "menawarkan ikan goreng" untuk otak triune-nya, Anda harus mengetahui apa saja yang membuat ketiga bagian otak triune "lapar": Reptillian Complex mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk bertahan hidup, Limbic System mencari sesuatu yang bisa membantunya meraih emosi positif (sebut saja kebahagiaan), Neocortex System mencari sesuatu yang terkait dengan idealisme (cita-cita). Jika dirangkum, bisa dikatakan otak triune "lapar" terhadap hal-hal yang dianggapnya bermanfaat (bagi dirinya). Anda harus menawarkan itu.

  • Konten pesan mudah dicerna dan disampaikan dengan cara yang berkesan

Di antaranya karena pemilihan kata-kata yang sederhana. Kata-kata rumit atau asing bagi pendengar atau pembaca kadang-kadang boleh juga digunakan namun harus terlebih dahulu dijelaskan dengan baik dan akurat. Selain itu, intonasi yang mengalun naik-turun, pengambilan jeda yang cukup, serta kata-kata yang diucapkan agak lambat juga merupakan cara penyampaian pesan yang berkesan.

  • Pesan yang disampaikan meyakinkan

Orang harus yakin bahwa penyampai pesan adalah orang yang kredibel (terpercaya), begitu juga dengan konten pesan sendiri harus dari sumber yang kredibel (terpercaya). Yah siapa pun tidak akan nyaman jika pesan yang disampaikan tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau orang yang menyampaikannya terlihat tidak bisa dipercaya, kan? Disini ada dua elemen penting yang harus kredibel: penyampai pesan dan sumber pesan itu sendiri.


Nah, setelah Anda mengetahui hal-hal tersebut, apa yang bisa Anda lakukan?
Anda yang paling tahu cara yang paling ber-seni bagi Anda :)
Selengkapnya...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Cara Sederhana Menikmati Kewajiban dengan Associative Mechanism

Kewajiban identik dengan rasa berat menjalankannya. Kenapa? Entahlah, kewajiban merupakan hal besar. Dan hal-hal besar selalu terasa berat bagi manusia, misalnya mengangkat batu besar terasa berat bagi fisik manusia, begitu pula kewajiban terasa berat bagi mental manusia.

Tapi ada satu cara yang saya kira cukup efektif sehingga kita bisa menikmati kewajiban yang kita jalankan.

Masih ingat dalam post Bagaimana Associative Mechanism Bekerja, manusia terbiasa mengaitkan sesuatu hal dengan hal yang lain dalam pemahamannya terhadap dunia.

Secara default manusia meng-asosiasikan apapun kewajibannya dengan kata kunci "besar" dan "berat". Bahkan ada yang meng-asosiasikannya dengan kata kunci "membosankan". Termasuk Anda bukan?

Namun coba mulai membiasakan meng-asosiasikan kewajiban dengan kata kunci "senang" atau "menyenangkan" atau "menarik". Coba saja dan lihat deh bagaimana hasilnya. ;)



Caranya meng-asosiasikan seperti apa?

Self-talk. Saya pernah melakukan ini pada saat mama saya memberikan makanan terlalu banyak untuk perut mungil saya. Bayangkan, empat centong nasi beserta tiga macam lauk yang entah berapa kilogram beratnya.. hehehe...
Pada saat menghadapi makanan seperti itu, saya mulai berkata dalam hati "lapar" "lapar" "lapar" berulang-ulang sambil mengunyah dan makan. Artinya saya meng-asosiasikan diri saya dengan "lapar" sehingga saya benar-benar merasa lapar. Alhasil makanan tersebut habis tidak bersisa sebutir nasi pun. Hahaha...

Nah! Jadi itu caranya: self-talk. Dan Anda pun bisa mengaktifkan kekuatan Associative Mechanism Anda.

Selamat mencoba :)
Selengkapnya...

Selasa, 16 Oktober 2012

Butterfly Effect (Bagaimana Hal Kecil bisa menjadi Besar)

Sebuah teorem dalam chaos theory menyatakan bahwa: 
"satu kepakan sayap seekor kupu-kupu di Indonesia, dapat menyebabkan badai besar di Cina." 

Bermakna: bahkan sebuah hal sepele, dapat berkonsekuensi besar. 


Saya contohkan, bayangkan kita berada di suatu tempat lapang yang hanya berbataskan horizon. Kita sedang berada di tempat duduk di belakang kemudi setir mobil. Mobil kita tepat searah dan berada di atas sebuah garis lurus berwarna putih yang sangat panjang membentang hingga ke horizon. Jika kita berkendara dengan meluruskan setir, kita seharusnya akan tetap berada di atas garis putih tersebut. 

Namun coba gerakkan setirnya ke kiri, sedikit saja, 1 derajat saja, atau 0,5 derajat saja, atau bahkan 0,01 derajat saja, kemudian langsung luruskan setirnya lagi. Beberapa saat kita akan tetap berada di atas garis putih. Namun seiring waktu kita pasti menyadari bahwa kita semakin waktu semakin jauh ke kiri, jauh dari garis putih patokan tadi, bahkan sangat jauh sampai kita sulit melihat garis putih tadi walaupun sejak pemutaran kecil tadi kita tetap meluruskan setir. 


Jika seandainya setelah agak melenceng ke kiri dibiarkan saja tanpa ada balasan putar setir ke kanan, maka ia akan semakin jauh melenceng. Lurusnya setir setelah sedikit putaran setir ke kiri adalah lambang zona nyaman. Ia akan semakin melenceng jauh karena merasa nyaman untuk tidak memutar setir lagi. Seandainya ia tidak mendobrak zona nyamannya dengan cara memutar haluannya ke kanan mencari lagi garis putih yang lurus maka selamanya ia akan terkungkung dalam kemelencengannya.


Teorem Butterfly effect dapat menjelaskan, kenapa manusia sulit menghentikan kebiasaan yang telah dimulainya. Atau kenapa tradisi sangat sukar diubah sejak ia dimulai.

Sekalipun kebiasaan tersebut adalah kebiasaan yang "melenceng".
Selengkapnya...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Karakter Asli Seseorang

"Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man's character, give him power." begitu kata Abraham Lincoln.

Artinya kira-kira gini: "Hampir setiap orang mampu menghadapi kesulitan, adapun jika Anda ingin menguji karakter seseorang berikan dia kekuatan dan kekuasaan."

Maksudnya om Abraham adalah: menguji seseorang dengan kesulitan hidup saja tidak cukup untuk mengetahui karakter asli seseorang. Berikan juga ia kekuatan (berupa sumber daya) serta kekuasaan (kebebasan untuk bertindak).

Intinya adalah: Jika Anda ingin mengetahui karakter seseorang, ujilah ia dengan kesusahan maupun kelowongan.

Ujian kesusahan akan menunjukkan persistensi-nya (tingkat ketangguhan & keuletan). Ujian kelowongan akan menunjukkan akuntabilitas-nya (sifat tanggung gugatnya) terhadap kehidupan.
Selengkapnya...

Jumat, 05 Oktober 2012

Tips Sederhana Mengatur Waktu

Jadi kali ini, terus terang bukan saya yang menyederhanakan. Tips ini saya sarikan dari buku berjudul "18 Minutes" karya Peter Bregman (selanjutnya saya sebut om Peter).

Kebetulan, saya suka beberapa caranya menyederhanakan bagaimana mengatur waktu.. Hehehe

Mengenai Hukum Pareto (Hukum 80/20)
Premis dasar dari hukum Pareto yang om Peter terapkan dalam bagaimana mengatur waktu adalah:
80% kegiatan yang biasanya ada dalam daftar To-Do list kita adalah kegiatan yang kurang penting yang hanya menyumbang 20% hasil untuk kesuksesan kita. Sebaliknya, hanya ada 20% kegiatan yang benar-benar penting yang menyumbang sekitar 80% hasil untuk kesuksesan kita.
Jadi, mana yang mau kita pilih? Mengerjakan yang 80% tetapi hanya menghasilkan 20% atau mengerjakan yang 20% yang menghasilkan 80%?

Mengenai Fokus
Dalam hal ini om Peter meng-ilustrasikan-nya dengan menghadiri meja makan prasmanan. Makanannya terlihat enak-enak sehingga menggodanya untuk menyicipi semuanya. Akhirnya kerap kali ia pulang dengan perut tidak nyaman. Hehehe..
Sama seperti mengatur waktu, jika kita mencoba menyelesaikan segalanya kita akan kewalahan sendiri.

Coba jika menghadiri meja makan dan hanya mengambil macam makanan yang benar-benar enak dengan membatasi jumlah macamnya (om Peter membatasinya dengan jumlah 5, namun terserah Anda mau membatasinya sampai berapa).


Untuk menentukan kegiatan apa saja yang perlu kita fokuskan maka kita dapat membuat matriks fokus hidup tahunan seperti ini:


Matriks di atas adalah contoh jika kita memilih lima fokus hidup kita untuk tahun yang sedang berjalan. Selanjutnya setelah matriks tahunan dibuat maka lanjutkan ini dengan Matriks fokus harian. Bentuknya sama, hanya saja pada field-field-nya daftarkan kegiatan harian yang sesuai dengan lima bidang fokus hidup yang telah Anda buat pada matriks fokus tahunan.

Setelah itu, habiskan 95% waktu sehari Anda untuk kegiatan yang terkait fokus hidup Anda dan sisakan 5% saja untuk kegiatan remeh temeh.


Saya pikir pesan intinya adalah:



"Jangan mencoba menyelesaikan segalanya, atau Anda akan kewalahan. Sebaliknya selesaikan saja hal-hal yang TERPENTING maka Anda akan jauh lebih produktif."
 Semoga bermanfaat :)
Selengkapnya...