Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Visualisasi Struktur Bahasa Arab Klasik

Pada post sebelumnya saya mengatakan bahwa dua kunci untuk memahami bahasa Arab Klasik adalah memperhatikan bentuk kata serta penanda status kata. Bentuk kata bahasa Arab dapat menyampaikan berbagai info dan makna yang terkandung dalam kata tersebut, sedangkan penanda status kata menentukan fungsi kata tersebut dalam kalimat.

Dalam post ini saya membuat alat bantu sederhana untuk visualisasi struktur bahasa Arab Klasik. Kenapa struktur bahasa di-visualisasi? Yah, untuk memudahkan Anda yang mungkin tidak begitu senang jika harus meng-analisa struktur dari suatu kalimat yang ditulis secara linear. Toh, konon bahasa dibentuk di dalam otak tidak dalam bentuk linear melainkan seperti struktur bangunan, hanya karena keterbatasan lidah manusia lah sehingga kata-kata keluar secara linear/berurutan. Jadi, visualisasi ini dibuat mendekati cara otak membentuk bahasa, namun Anda tetap harus menyebutkan kata-kata secara berurutan.
Hayya...

___________________________________________________________
PREQUISITE
Sebelum menggunakan alat bantu ini, saya asumsikan Anda telah mengerti pola-pola bentuk kata bahasa Arab. Saya berikan checklist untuk Anda, jika Anda tidak mengetahui ilmu dari salah satu poin checklist di bawah ini, kemungkinan besar Anda akan kesulitan memahami model alat bantu ini. Inilah checklist-nya:

  • Bentuk-bentuk Ism Tunggal, Ganda, & Jamak
  • Bentuk-bentuk Ism Maskulin & Feminin
  • Bentuk-bentuk Fixl Maadhiy & Fixl Mudhori' baik Aktif maupun Pasif.
  • Huruwf l-Jarr & beberapa Harf lainnya
  • Bentuk-bentuk Ism berstatus Rofa', Nashob, & Jarr.
  • Bentuk-bentuk Fixl Mudhori' berstatus Rofa', Nashob, & Jazm.
  • Apa itu Mubtada' & Khobar
  • Apa itu Jumlah Ismiyyah (Klausa Nominal), Jumlah Fixliyyah (Klausa Verbal), & Syibhul Jumlah (Konstruksi).

Sekalipun ada di antara poin-poin tersebut yang belum Anda ketahui, Anda boleh melanjutkan membaca habis post ini.

___________________________________________________________
DEKLENSI
Dalam dunia linguistik, istilah perubahan status baik pada Ism maupun pada Fixl Mudhori', dinamakan Deklensi. Patut diperhatikan Deklensi secara harafiah artinya "jatuh". Maksudnya adalah bahwa status suatu kata diibaratkan seperti tingkat-tingkat ketinggian.

Status standar suatu kata adalah Nominatif (dalam bahasa Arab namanya Rofa'). Jika Anda melihat di kamus, maka semua kata disitu biasanya dalam status Nominatif. Dengan mengubah statusnya artinya Anda "menjatuhkan" status kata tersebut dari status Nominatif ke status lain. Itulah inti dari Deklensi.

Dalam bahasa Arab, ada tiga status untuk Ism, yaitu: Rofa' (tinggi), Nashob (menengah), dan Jarr (rendah). Dan ada tiga status untuk Fixl, yaitu: Rofa' (tinggi), Nashob (menengah) & Jazm (mati). Dalam kamus, semua Ism dan Fixl ditulis dalam status Rofa'. Adapun Harf tidak memiliki status akan tetapi Harf dapat mempengaruhi status Ism dan status Fixl. Anda akan melihatnya nanti.

Jadi, saya menggambarkan tiga lapis status seperti ini:



Tingkat warna merah adalah Rofa', warna oranye adalah Nashob, & warna Ungu adalah untuk Ism berstatus Jarr dan Fixl berstatus Jazm.

___________________________________________________________
VISUALISASI STRUKTUR BAHASA ARAB
Mulai dari Jumlah Ismiyyah.
Cara untuk menstruktur kalimat berikut: اللهُ اَكْبَرُ (Allaahu akbaru) adalah:
اللهُ اَكْبَرُ


Lihat kedua kata tersebut sama-sama pada tingkatan Rofa'. اَكْبَرُ sebagai Khobar (Comment) menjelaskan اللهُ sebagai Mubtada' (Topic)

Berikutnya saya jelaskan sedikit mengenai frase kepemilikan. Kita mulai dengan kata: نَبِيُّ للهِ (nabiyyullahi(nabi-Nya Allah). Dalam frase ini, Kata kedua yaitu للهِ merupakan nama pemilik dari Kata Pertama yaitu نَبِيُّ , maka Kata Kedua harus dalam status Jarr. Adapun Kata pertama biarkan dalam status Rofa' dulu. Maka strukturnya seperti ini:
نَبِيُّ...

       ...للّٰهِ


Sekarang kita tambahkan satu Harf Munada (seruan) sehingga menjadi:  يَانَبِيَّ للهِ (yaa Nabiyyallahi)
Asal Anda tahu, Harf Munada membuat Ism tujuannya menjadi Nashob. Oleh karena itu kata "Nabiyyu", yang berstatus Rofa', "jatuh" menjadi "Nabiyya", yang berstatus Nashob. Namun, kata "Allaahi" sebagai pemilik, tidak berubah status. Ini karena nama pemilik memang harus berstatus Jarr. Strukturnya seperti ini:

 يَا نَبِيُّ...
           ...للّٰهِ

Nah, kali ini kita akan mencoba sebuah nama: عَلِيُّ ابْنُ اَبِي طَلِيْبِ ('Aliyyu ibn Abiy Tholiybi = Ali putranya Abu Tholib). Kita asumsikan 'Aliy berstatus Rofa' maka kita tetap menuliskannya sebagai "'Aliyyu". Adapun "ibnu Abiy Tholiybi" adalah Khobar untuk "'Aliyyu". Untuk khobar ini, kata "ibn" tetap Rofa' oleh karena itu kita menulisnya "ibnu", sedangkan Abu Tholib sebagai "pemilik"(ayah) Ali harus berstatus Jarr. Oleh karena itu, semua namanya di Jarr-kan menjadi "Abiy Tholiybi". Strukturnya seperti ini:
عَلِيُّ ابْنُ...

...            اَبِي طَلِيْبِ


Selanjutnya, Harf "Inna", membuat Mubtada' "jatuh" ke status Nashob. Tapi tidak mempengaruhi Khobar. Contohnya pada kalimat: اِنَّ اللّٰهَ قَدِيْرٌ Kata "Allah" sebagai Mubtada' didahului oleh kata "inna" sehingga kata Allah ditulis dalam status Nashob menjadi "Allaaha". Adapun kata "qodiyr" tetap dalam status Rofa'. Strukturnya seperti ini:
           قَدِيْرٌ
اِنَّ اللّٰهَ

Kita juga biasa menyisipkan frase "bi kulli syay'in" sehingga kalimat tersebut menjadi: اِنَّ اللّٰهَ بِاكُلِّ شَيْاٍ قَدِيْرٌ Strukturnya seperti ini:
                        قَدِيْرٌ
اِنَّ اللّٰهَ
         بِاكُلِّ شَيْاٍ


Sekarang bagaimana dengan Jumlah Fixliyyah?
Patut diketahui bahwa Fixl yang mengalami Deklensi hanyalah Fixl Mudhori' (Verb Imperfect) adapun Fixl yang satunya lagi yaitu Fixl Maadhiy (Verb Perfect) tidak mengalami Deklensi, sehingga senantiasa berstatus Rofa'.

Mari kita mulai dengan kalimat sederhana: جَاءَ مَريَمُ (Ja'a Maryamu(Maryam telah datang)). Kita dapat menempatkan kedua kata tersebut dalam status Rofa' dengan "ja'a" sebagai Mubtada' & Maryam sebagai Khobar. Pada saat kedua kata tersebut se-level itu artinya Maryam lah yang melakukan "datang".
جَاءَ مَريَمُ




Selanjutnya yang memiliki Objek Langsung: ضَرَبَ عُمَرٌ كَلْبً (dhoroba 'Umarun kalban(Umar telah memukul seekor anjing)). Pada kalimat tersebut, kata "'Umarun" merupakan pelaku "memukul" dan "kalban" yang berada pada status Nashob "tertimpa" perlakuan dari "dhoroba 'Umarun...". Yang di atas menimpa yang di bawah. See? Logis kan?
ضَرَبَ عُمَرٌ
               كَلْبً


Objek tidak melulu harus Nashob, jika suatu Objek berupa Frase Preposisional (yaitu disusun dari Kata Depan(Harf Jarr)+Ism), maka Objek tersebut berada pada status Jarr. Seperti pada kalimat: مَرَرْتُ بِا زَيْدٍ (marortu bi Zaydin (ku berpapasan dengan Zaid)). Sekali lagi yang di atas menimpa yang di bawah:
مَرَرْتُ

         بِا زَيْدٍ
O ya, pada kalimat tersebut ada kata "marortu". Bunyi "-tu" merupakan sinyal bahwa Fixl Maadhiy tersebut dilakukan oleh orang pertama tunggal. Bunyi tersebut (dan yang sejenisnya misalnya bunyi -hum, -hunn, -kuma, -kum, dsb.) merupakan kesatuan dengan akar Fixl-nya.

Jika Anda menggunakan Kata Keterangan (Zhorf), maka Zhorf tersebut selalu dalam status Nashob. Seperti pada kalimat: اَذْهَبُ إلَى مَكَّةٍ غَداً (adzhabu ilaa Makkatin ghoda(n)(saya (akan) pergi ke Mekkah besok)).
اَذْهَبُ
                    غَداً
        إلَى مَكَّةٍ

O ya, penjelasan barusan menjelaskan kenapa kalimat yang didahului "kaana" dan sejenisnya memiliki efek berkebalikan dengan kalimat yang didahului "inna". Contohnya pada kalimat: َكَانَ اللّٰهُ غَفُوْراً (kaana llahu ghofuwroo(adalah Allah Maha Pengampun). Kata "kaana" adalah Fixl sehingga ia secara default berstatus Rofa' begitu juga dengan Ism pelaku "kaana" berstatus Rofa'. Kata "ghofuro" adalah semacam Zhorf, sehingga ia berada pada status Nashob:
كَانَ اللّٰهُ
           غَفُوْراً



Untuk Fixl Mudhori', ada beberapa Harf yang membuatnya "jatuh" dari status Rofa' ke status Nashob atau ke status Jazm. Dalam kalimat di bawah ini saya memilih "lan" untuk mewakili kelompok Huruwf yang membuat Fixl Mudhori' menjadi Nashob ('amil Nashob) , dan "laa" untuk mewakili kelompok Huruwf yang membuat Fixl Mudhori' menjadi Jazm ('amil Jazm).

Pada kalimat pendek di bawah ini, Fixl Mudhori' yang tertulis di kamus adalah "yabrohu". Tapi ketika digunakan dalam kalimat dengan diawali Harf "lan", maka Fixl tersebut "jatuh" ke status Nashob.

لَنْ يَبْرَحَ


"Lan yabroha" (dia tidak akan berhenti)

Pada kalimat pendek di bawah ini, saya menggunakan "laa" untuk membentuk kalimat larangan untuk orang kedua. Kata "tadzhabu" "jatuh" ke status Jazm karena adanya Harf "laa" sehingga menjadi "tadzhab".


لَا تَذْهَبْ

"Laa tadzhab" (jangan pergi!)



___________________________________________________________
KESIMPULAN
Apa yang saya telah berikan di atas hanya sebatas pengenalan saja. Lihat pada kalimat-kalimat di atas kebanyakan saya hanya membuat contoh dengan menggunakan apa yang diistilahkan oleh para linguist sebagai Kalimat Indikatif (kecuali pada dua contoh terakhir saya menggunakan kalimat Subjungtif & kalimat Imperatif). Padahal ada beberapa Mood kalimat bahasa Arab misalnya Interogatif (Pertanyaan), Imperatif (meminta/melarang), Subjungtif, Jussif, dlsb. Belum juga saya menambahkan struktur Kalimat Majemuk. Wah, Anda masih punya ruang yang banyak untuk belajar.

Untuk kesederhanaan, saya hanya membahas struktur secara sekilas. Memang rasanya belum lengkap kalau tidak dibahas sampai tuntas, namun saya rasa apa yang sudah saya berikan di atas sudah mencakup hal yang paling prinsipil tentang struktur bahasa Arab (saya tidak mengatakan "semua", tapi "paling"). Dengan beberapa pembahasan di atas, kita sudah bisa menarik kesimpulan, dan dengan kesimpulan ini lah Anda bisa menerapkan alat bantu ini untuk studi bahasa Arab Anda lebih lanjut. Bukankah enak mendapatkan alat bantu yang memudahkan? ;)

Nah, kita akan segera sampai ke inti pemahaman post ini, namun sebelumnya coba lihat satu kalimat ini:  لَا تَئْكُلْ اِلسَّمَكَ وَ تَشْرَب الْلَبَنَ (laa ta'kul is-samaki wa tasyrob(?) l-labana). Saya tidak memberikan penanda status untuk kata "tasyrob(?)". Namun kita akan mencoba menempatkannya pada berbagai status:

Jika Rofa' maka dibaca "Tasyrobu". Strukturnya seperti ini dan maknanya seperti di bawahnya:
                وَ تَشْرَبُ                
        اِلسَّمَكَ             الْلَبَنَ
لَا تَئْكُلْ               

"Jangan memakan ikan dan (adapun) kamu (boleh) minum susu."

Jika Nashob maka dibaca "Tasyroba". Strukurnya seperti ini dan maknanya seperti di bawahnya:
                
        اِلسَّمَكَ وَ تَشْرَبَ  الْلَبَنَ
لَا تَئْكُلْ               

"Jangan memakan ikan ketika kamu minum susu."

Jika Jazm maka dibaca "Tasyrob". Strukturnya seperti ini dan maknanya seperti di bawahnya:
                
        اِلسَّمَكَ            الْلَبَنَ
لَا تَئْكُلْ        وَ تَشْرَبْ      
"Jangan memakan ikan dan jangan minum susu."


Oke, saatnya pada kesimpulan. Apakah Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri? Bagus sekali jika Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri. Jika belum, saya akan membantu Anda.

"Status kata dalam kalimat menentukan fungsi kata tersebut dan pada akhirnya menentukan makna seperti apa yang tersampaikan."
"Kata dengan status Rofa' berfungsi Nominatif (Subjek/Fokus), kata dengan status Nashob berfungsi Akusatif (Objek/Keterangan), Ism dengan status Jarr berfungsi Genitif (Tujuan/Referensi), Fixl Mudhori' dengan status Jazm berfungsi Jussif atau Imperatif (Obligasi atau Urgensi)."
"Penandaan status yang tidak tepat dapat menyebabkan makna yang disampaikan tidak sesuai dengan yang diinginkan."
Semoga bermanfaat & selamat belajar! ;)
Selengkapnya...

Minggu, 11 November 2012

Tips Note-taking (Mencatat) secara Cerdas

Apa itu note-taking?
Note-taking adalah mencatat suatu informasi yang perlu dicatat, entah pada saat pelajaran di kelas, kuliah, seminar, dan sebagainya. Sounds familiar? Tahu kan? Saya rasa Anda pernah melakukannya, ah pasti itu, note-taking itu sudah menjadi bagian dari hidup kita sebagai manusia beradab.

Note-taking memang sangat penting untuk "mengikat" informasi agar ia tidak "hilang"..hehehe. Kedengarannya gampang ya? Anda tinggal menuliskan semua yang dikatakan/dibacakan oleh pemberi materi (guru, dosen, ustadz, presenter, atau sejenis itu) ke dalam buku catatan Anda?

Silahkan saja, tapi saya tidak menyarankannya.
Menurut saya, cara note-taking seperti itu mempunyai satu kelemahan besar:
Tangan kita dalam menulis tidak secepat mulut pemberi materi dalam menyampaikan materinya...hehehe... Selain itu, sering kali ketika kita sibuk mencatat, kita malah sangat sangat mungkin melewatkan informasi yang justru berharga. Kurang cerdas lah.

Jadi, bagaimana cara melakukan note-taking secara cerdas?

CIRI-CIRI NOTE-TAKING YANG BAIK

  • Proses Note-taking dilakukan dengan perhatian & pemahaman penuh terhadap informasi yang dicatat.
  • Catatan hasil Note-taking berfungsi sebagai Pemicu Memori sehingga informasi bisa di-recall (diingat kembali) dengan mudah tanpa perlu susah payah.
CARANYA:
Agar proses note-taking menghasilkan catatan yang baik, lakukan ini:
  • Ingat bahwa catatan Anda digunakan hanya sebagai Pemicu Ingatan Anda. Artinya, apa yang Anda catat hanya berfungsi untuk memicu ingatan Anda tentang informasi yang telah Anda pelajari. Misalnya Anda melihat catatan Anda yang Anda tulis 1 bulan lalu, hanya dengan melihat sepintas satu kata, Anda langsung teringat pada keseluruhan informasi yang terkait dengan kata tersebut yang diajarkan pada Anda 1 bulan yang lalu.
  • Pilah-pilih informasi yang perlu Anda catat. Catat informasi yang baru bagi Anda. Catat informasi yang paling penting. Dan tidak perlu mencatat informasi yang sudah Anda ketahui dengan baik dan informasi yang tidak penting.
  • Perhatikan informasi yang diajarkan secara penuh, lalu fokus pada pencatatan secara penuh. Artinya, Anda harus memperhatikan lalu mencatat secara penuh secara berselang-seling. Ingat, Anda harus berganti-ganti fokus pada memperhatikan dan mencatat. JANGAN memperhatikan sambil mencatat!
Perhatikan dan catat secara berselang-seling. Jangan memperhatikan sambil mencatat.
  • Gunakan keseluruhan otak Anda dalam mencerna informasi. Misalnya ada informasi yang baru dan penting, ekspresikan opini Anda atau bandingkan dengan sesuatu yang Anda ketahui. Untuk memudahkan Anda melakukan ini, Anda dapat mencoba memformat buku catatan Anda seperti ini:


Lihat contoh catatan di atas. Kertas catatan dibagi dua dengan sebuah garis. Pada kolom sebelah kiri Anda bisa menuliskan informasi-informasi penting yang Anda terima. Pada kolom sebelah kanan, Anda dapat menuliskan hal-hal yang terkait inner state Anda pada saat memperhatikan informasi. Ekspresikan opini Anda, buat kalimat bertanya pada sesuatu yang belum Anda fahami, buat gambar-gambar yang relevan dengan informasi yang Anda terima, atau tuliskan ide baru yang tiba-tiba terlintas dipikiran Anda pada saat itu juga. Semua itu akan mengaktifkan otak Anda secara keseluruhan sehingga Anda bisa mencerna informasi dengan lebih baik.


Semoga bermanfaat. ;)

Selengkapnya...

Selasa, 06 November 2012

Alat Bantu untuk Mempelajari Struktur Bahasa Inggris (Part: 2)

Pada post sebelumnya, Anda melihat bagaimana alat bantu berupa matriks ini:
 ...digunakan untuk Klausa Nominal, Klausa Verbal biasa, dan Klausa Verbal yang mempunyai Modal Verb.


Kali ini perhatikan Klausa Nominal berikut:
baca: "They are kind"
Baca: "My girlfriend is beautiful"
Kedua contoh di atas merupakan Klausa Nominal yang di-predikat-i oleh Adjective (Kata Sifat) seperti: "kind" (baik) dan "beautiful" (cantik).

Perhatikan lagi ini:
Baca: I have done
Baca: She's gone
Catatan: bunyi " 's" disini adalah kontraksi dari "has" bukan "is"
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Participle adalah Adjective, karena itu Participle tidak menempati cell Verb (finite) melainkan menempati cell Others.
Baca: William is reading a book
Baca: They've locked the door
Pada dua contoh di atas, Participle ditambahkan dengan sebuah Objek Frase Nominal
Baca: You've fought well
Pada contoh ini, Participle ditambahkan dengan sebuah Adverb "well" (baik)

Baca: "Our enemy has been defeated"

Baca: "My brothers have been working here since 2 years ago
Pada contoh ini, cell Others terisi dengan 2 Participle serta 2 Adverb

Baca: "Some lions at the zoo have escaped last night"
Pada contoh ini, ada Adverb pada cell Others

Baca: "Yesterday, I went to Bali"
Kali ini, Adverb Waktu tidak dimasukkan ke dalam cell apapun.
Posisi kata "yesterday" di atas adalah posisi untuk Adverb Waktu
Baca: "I often go to Bali"
Adverb ini juga tidak masuk ke dalam cell apapun.
Posisi kata "often" di atas adalah posisi untuk Adverb Frekuensi, & ia dibaca tepat sebelum Modal Verb atau Verb (finite)
Baca: "Mary always drives her car slowly"
Kata "always" merupakan Adverb Frekuensi sedangkan kata "slowly" merupakan Adverb Cara.
Baca: "I've never been there"
Kata "never" merupakan Adverb Frekuensi.
Adverb Frekuensi harus disebutkan setelah Verb (finite) jika Verb (finite) diisi oleh kata sejenis "have/has/had" atau Finite To Be (yaitu: "am/is/are/was/were")

Baca: "We had fun there"
Kata "there" di atas adalah Adverb Lokasi. Pada contoh di atas saya menuliskannya di luar matriks, tetapi bisa juga ditulis di dalam matriks.
Pada contoh-contoh dengan Adverb di atas, ternyata Adverb muncul di beberapa posisi, terkadang di dalam maupun di luar matriks dsb. Posisi Adverb memang cenderung lebih fleksibel daripada jenis kata yang lainnya. Namun beberapa kategori Adverb misalnya Adverb Frekuensi dan Adverb Cara, perlu perhatian lebih karena walaupun penempatan Adverb ini fleksibel, dalam beberapa kasus jika Adverb salah tempat, keseluruhan kalimat bisa menyampaikan makna yang jauh berbeda.


Bagaimana? Mudah menggunakannya kan? ;)
Setidaknya, jauh lebih mudah daripada berusaha mengenali struktur dari kalimat bahasa Inggris yang ditulis secara linear, kan? :)


Bersambung....
Selengkapnya...

Senin, 05 November 2012

Alat Bantu untuk Mempelajari Struktur Bahasa Inggris (Part: 1)

Seperti yang saya katakan pada post sebelumnya, bahasa Inggris "butuh struktur yang kokoh agar Native words yang masing-masing mempunyai makna yang labil bisa menyampaikan makna yang solid". Lebih daripada yang mungkin Anda kira sebelumnya, bahasa Inggris sangat mementingkan penyusunan kata secara tepat, terutama dalam bahasa tulisan. Adapun dalam bahasa percakapan ya tentunya penyusunannya agak lebih fleksibel.

Untuk memahami struktur bahasa Inggris, saya membuat sebuah matriks sebagai alat bantu visual. Seperti ini:

Matriks struktur kalimat bahasa Inggris.
Urutan baca: Subject-Subject's Complement-Modal Verb-Verb-Others.
Jika membentuk klausa utama, cell berwarna lebih gelap WAJIB diisi
Alat bantu ini berfungsi sebagai template untuk membentuk mindset Anda dalam memahami struktur kalimat bahasa Inggris.

Kenapa saya memilih bentuk matriks?
Sederhana saja, karena jika kalimatnya ditulis secara linear, sangat sulit untuk melihat struktur bahasa Inggris kecuali jika mata Anda sudah terlatih dan Anda punya pengetahuan yang cukup dalam dalam bidang ilmu linguistik. Nah, dengan asumsi Anda tidak punya waktu luang untuk mendalami ilmu linguistik, saya mempermudahnya bagi Anda dengan menyusun matriks ini agar struktur bahasa Inggris bisa Anda "lihat" dengan mudah tanpa perlu latihan.

Sebagai catatan, matriks ini mengikuti bentuk ideal bahasa Inggris, dan mungkin berguna bagi Anda dalam memahami atau menulis bahasa Inggris tertulis. Adapun dalam percakapan, alat bantu ini tidak perlu diikuti secara saklek. Misalnya apa yang sering kita katakan "Thank you" menurut alat bantu ini sesungguhnya adalah "I thank you", atau "nice to meet you" sesungguhnya adalah "It is nice to meet you", atau "Let's go!"sesungguhnya adalah "(You) let us go!", dsb. Untuk ekspresi seperti itu, gunakan saja apa yang umum digunakan.


PREQUISITE SEBELUM MENGGUNAKAN ALAT BANTU INI
Saya asumsikan Anda sudah mengerti beberapa istilah-istilah linguistik bahasa Inggris terutama Kategori Kata dan Kategori Frase.
Untuk kategori kata, Anda bisa melihat penjelasan sederhananya disini.

Adapun untuk Kategori Frase, saya akan menjelaskan sedikit:

  • Frase Nominal. Yaitu frase yang intinya menunjukkan pada suatu makhluk, benda, atau hal. Frase Nominal bisa terdiri dari lebih dari satu kata misalnya "The good kid" atau hanya terdiri dari satu kata Noun misalnya "Kindness".
  • Frase Preposisional. Yaitu frase yang terdiri dari sebuah Preposisi (Kata Depan) dan Frase Noun. Contohnya: "to England", "by bus", "on the table", "at that time", "in that house", dsb. Frase Preposisional bisa dikategorikan sebagai Objek.
  • Frasal Verb. Yaitu susunan yang terdiri dari Verb dan satu atau lebih kata lain, (biasanya Preposisi) tapi tetap dianggap sebagai satu kata. Contohnya: "turn off", "wake up", "get on", dsb.
  • Frase Infinitif. Yaitu frase yang terdiri dari Infinitive dan kata lainnya (misalnya Frase Nominal atau Frase Preposisional). Contohnya: "To live that way....etc." (hidup seperti itu...dst), "To stay like this...etc." (tetap seperti ini....dst)
  • Frase Gerund. Yaitu frase yang terdiri dari Gerund dan kata lainnya (misalnya Frase Nominal atau Frase Preposisional). Contohnya: "Building this...etc." (membangun ini...dst.), "Living in Jakarta...etc." (hidup di Jakarta...dst.)
Beberapa catatan penting juga, dalam struktur yang saya susun ini, saya menggeser beberapa kategorisasi kata serta aspek bahasa antara lain:

  • Participle, baik Past Participle (yang populer di Indonesia dengan nama Kata Kerja Bentuk Ketiga) maupun Present Participle (yang populer di Indonesia dengan nama Kata Kerja Bentuk -ing) saya kategorikan sebagai Kata Sifat (Adjective) bukan Kata Kerja (Verb).
  • Infinitive (yang populer di Indonesia dengan nama Kata Kerja Bentuk To) dan Gerund (sama seperti Present Participle) saya kategorikan sebagai Kata Benda (Noun) bukan Kata Kerja (Verb).
  • Tense bahasa Inggris hanya ada dua: Present dan Past. Sehingga cell Verb hanya boleh diisi dengan Verb bentuk Finite (Present atau Past).

SEKARANG BAGAIMANA MENGGUNAKAN ALAT BANTU INI?
Kita lihat lagi matriksnya:

  1. Cell Subject dapat diisi dengan Frase Nominal, Pronoun, Infinitive, atau Gerund.
  2. Cell Subject's Complement dapat diisi dengan sebuah keterangan mengenai Subject, misalnya Frase Preposisi, Aposisi, maupun Klausa Relatif.
  3. Cell Modal Verb hanya dapat diisi dengan Modal Verb.
  4. Cell Verb (finite) hanya dapat diisi dengan Present Verb atau Past Verb.
  5. Cell Others dapat diisi dengan apa saja, misalnya Frase Nominal (Objek), Pronoun (Objek), Infinitive, Gerund, Participle, Adjective, Adverb, Frase Preposisi, dan Klausa Subordinat. Namun tidak dapat diisi dengan Modal Verb, Verb (finite), dan Determiner yang bukan bagian dari Frase Nominal. Cell ini bisa diisi dengan sebanyak mungkin kata.
  6. Adverb dapat disisipkan dimana saja, tergantung jenisnya.
  7. Matriks ini dapat ditumpuk dengan matriks lain untuk menggambarkan struktur Kalimat Kompleks dan/atau Kalimat Bertumpuk.
Anda bisa menggunakan matriks ini untuk menganalisa struktur kalimat atau sebaliknya untuk menyusun struktur kalimat. Contohnya:
Anda ingin menganalisa kalimat: "She's a doctor". Maka matriksnya seperti ini:
Kalimat "That tall man is my uncle", matriksnya seperti ini:
Beberapa kalimat lainnya:
Baca: "Living in Jakarta is hard"
Baca: "To stay like this is a waste of time"
Let's try some Verbal Clause:
Baca: "My sister drives a car"
Jika Subjek adalah 3rd person tunggal, maka Present Verb ditambahkan bunyi "s"
Baca: "I drive a car"
Jika Subjek bukan 3rd person tunggal, maka Present Verb tidak ditambakan bunyi "s"
Baca: "My sister drove a car"
Apapun Subjek-nya, Past Verb mengisyaratkan suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau dan tidak terkait dgn masa sekarang.


And then, let's try some Modal Verb:
Baca: "My sister can drive a car"
Baca: "My sister could drive a car"
Apapun Subjek-nya, kapanpun Tense-nya, jika Modal Verb terisi, maka cell Verb (finite) HARUS diisi dengan Present Verb (tanpa tambahan s)


Bersambung.......
Selengkapnya...