Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

Nilai Diri

Nilai diri kita bukanlah dari apa yang kita miliki.
Akan tetapi nilai diri kita adalah dari perbuatan kita, kontribusi kita terhadap dunia.

Jangan gantungkan nilai diri dari harta benda yang dimiliki. Karena harta benda bisa datang dan pergi.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari jabatan yang dimiliki. Karena jabatan bisa diberikan dan dicabut.
Jangan gantungkan nilai diri kita dari gelar dan atribut. Karena gelar dan atribut dapat menjadi kehinaan jika tiada bermanfaat.

Berkontribusi lah. Karena kontribusi tiada akan terhapus walau dilupakan. Dengan kontribusi, manusia benar-benar menjadi manusia. Itu lah nilai diri kita yang sejati. :)


Selengkapnya...

Sabtu, 10 November 2012

5 Keterampilan Hidup yang Seharusnya Diajarkan di Sekolah

Sekolah-sekolah jaman sekarang terlalu menekankan agar siswa-siswinya memiliki ilmu dan kemampuan akademik yang baik. Padahal ilmu dan kemampuan akademik belum tentu bermanfaat untuk kehidupan para siswanya dalam jangka panjang, ya kan?

Menurut saya, sekolah seharusnya mendahulukan apa yang lebih urgen dan lebih penting, yaitu, keterampilan hidup. Lagipula, ilmu dan kemampuan akademik sebenarnya bisa diajarkan dalam waktu singkat (asal dengan cara yang tepat). Sedangkan keterampilan biasanya butuh waktu yang lebih lama untuk berhasil dipelajari.

Ya. Keterampilan hidup. Keterampilan hidup lebih bermanfaat untuk jangka panjang siswa-siswi sekolah. Keterampilan hidup layak untuk diajarkan pada siswa-siswi sedari usia dini. Ketika minat mereka benar-benar telah berkembang dan potensi mereka mulai terlihat arah tujuannya baru lah diajarkan dengan ilmu akademik yang lebih kompleks. Itu pun disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing siswa-siswi.

Oke, back to topic. Inilah 5 keterampilan hidup yang seharusnya diajarkan di sekolah:


  1. Keterampilan Menentukan Prioritas. Keterampilan ini merupakan keterampilan yang paling pantas diberi prioritas. Berapa banyak orang yang tidak karuan hidupnya ketika ia tidak mampu menentukan prioritas? Prioritas dapat diterapkan dalam apa saja: waktu, aktifitas, pilihan, dlsb. Ada hal yang bisa diukur dalam skala prioritas ada hal-hal yang seharusnya dibuang dari skala prioritas.  
  2. Keterampilan Berfikir Kritis. Inti dari berfikir kritis adalah memikirkan sesuatu untuk kedua kalinya. Banyak orang yang tidak memiliki keterampilan ini (tentunya karena tidak diajari dan dilatih) dan akhirnya jatuh dalam jurang kecerobohannya sendiri.
  3. Keterampilan Mengelola Keuangan dan Harta Benda. Ah uang. Sulit dibayangkan seperti apa manusia hidup tanpa uang. Sama sulitnya membayangkan bagaimana manusia hidup tanpa benda sama sekali. Bisa dibilang hidup manusia itu tidak terlepas dari uang dan harta benda. Namun banyak sekali kita melihat orang tidak pandai mengelola keuangan dan harta bendanya. Mengelola keuangan dan harta benda bukan berarti menjadi pelit, namun bagaimana bertindak bijak dengan uang dan harta benda. Saya rasa keterampilan ini wajib untuk setiap orang.
  4. Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi yang Baik. Siapa yang tidak butuh berkomunikasi dengan orang lain atau bernegosiasi? Saya yakin semua manusia waras bisa berkomunikasi dan bernegosiasi. Hanya saja tidak cukup baik. Komunikasi dan negosiasi yang baik adalah komunikasi dan negosiasi yang membawa manfaat luas, bukan malah kerugian dan sakit hati.
  5. Keterampilan Menulis. Mau tak mau setiap pelaku profesi apapun perlu keterampilan menulis. Menulis yang baik adalah bagaimana si penulis mampu mengungkapkan pikirannya sejelas-jelasnya dan dapat dimengerti dengan sempurna oleh pembacanya. Menulis rangkaian huruf memang mudah, tapi dibutuhkan keterampilan untuk menghasilkan rangkaian huruf yang berkualitas dan berbobot. Tidak ada orang yang suka membaca tulisan yang kacau balau dan tidak berkualitas kan? ;)


Selengkapnya...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pria dan Wanita

Kedua makhluk ini berbeda.
Beda fisiologis maupun beda psikis.

Keterampilan mereka pun berbeda.
Namun hak mereka setara.

Keduanya setara.
Walaupun sang pria memimpin dan wanita dipimpin.

Tapi pemimpin-dipimpin hanyalah sebuah peran.
Pada hakikatnya keduanya tetap setara.

Setara dalam hak.
Setara dalam kewajiban,

Pria melindungi. Wanita dilindungi.
Pria dijaga. Wanita menjaga.

Bagaikan pedal gas dan pedal rem.
Bagaikan kemudi dan mesin.

Keduanya saling melengkapi.
Keduanya saling mengisi.

Jika salah satu dari keduanya tidak ada, siapa yang mau menjalankan kendaraan peradaban?
Jika salah satu dari keduanya tidak ada, bagaimana akan tercipta kasih sayang dan cinta di muka bumi?

Selengkapnya...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Reformasi Hidup

Apa artinya reformasi? Mengapa perlu reformasi?

Reformasi berasal dari kata bahasa Inggris "reform" yang maknanya "membentuk ulang". Membentuk ulang artinya merubah bentuk sesuatu dari bentuknya yang lama  ke bentuknya yang baru. Reformasi hidup yaaa membentuk ulang hidup. Hidup Anda, hidup saya, hidup semuanya...

Reformasi dilaksanakan ketika bentuk lama "sesuatu" itu sudah dianggap tidak layak, sudah usang, sudah tidak sesuai. Sesuatu yang di-reformasi itu bisa jadi hal-hal yang paling besar: hidup berdunia, hidup bernegara, hidup bermasyarakat, sampai hal-hal kecil: hidup kantor, hidup keluarga, sampe hidup pribadi.

Semua butuh reformasi jika diperlukan.

Namun, namun, namun,
tidak selalu reformasi hidup membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Ada saja masalah yang tertinggal, kan?
Menurut saya, hal ini gara-gara reformasi yang tidak keseluruhan. Saya kasih ilustrasi jika Anda me-reformasi bentuk kamar Anda, maka tidak semua barang bisa benar-benar tertata dengan baik jika ada beberapa barang yang enggan untuk Anda pindahkan. Yah ibaratkan saja dengan reformasi apapun yang hendak Anda lakukan. Menurut Anda dalam reformasi yang akan Anda lakukan, mana yang berpotensi meninggalkan "jejak" yang buruk setelah reformasi dilaksanakan?

Ada satu solusi simpel untuk reformasi secara efektif:
Destroy and Rebuild.

Misalnya saya ilustrasikan saya ingin membereskan kamar tidur saya yang berantakan. Barang-barang tergeletak tidak beraturan di segala tempat. Yang pertama kali saya lakukan adalah Destroy, mengumpulkan semua barang dalam satu tumpukan bahkan sekalipun barang-barang yang awalnya sudah berada di tempatnya yang benar.

Selanjutnya adalah Rebuild: saya mulai mengambil barang tersebut satu per satu sambil meletakkannya pada suatu spot yang saya inginkan, sehingga terdapat beberapa spot di ruangan tersebut. Jika saya mengambil suatu barang saya menempatkannya langsung pada spot yang sesuai. Terakhir saya mengunjungi spot-spot tersebut untuk menata barang-barang dengan rapi.

Itu adalah perumpamaan Destroy and Rebuild. Jadi, bagaimana Anda menerapkan metode ini pada reformasi yang akan Anda laksanakan?

Anda yang paling tahu jawabannya :)
Selengkapnya...